Pemungutan suara jajak pendapat akan dilakukan 16 April mendatang, menentukan masa depan politik Turki dan kaum Islamis

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AA)
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin (11/4), menyebut referendum perubahan konstitusi bukan hanya tentang satu orang atau partai, tapi juga tentang masa depan Turki.

Dengan maksud meredakan unjuk rasa di provinsi Corum utara, Erdogan mengatakan: "Perubahan Konstitusi memiliki akar mendalam, proyek nasional dan (demi) negara"

Ia mengaku optimis dengan banyaknya tokoh politik yang mendukung usulan sistem presidensial tersebut, seperti mantan Presiden Turgut Ozal dan Suleyman Demirel, Perdana Menteri Necmeddin Erbakan, pendiri Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Alparslan Turkes dan Partai Persatuan (BBP) Muhsin Yazicioglu.

"Mereka telah melihat kunci stabilitas Turki (ada) di dalam sistem presidensial", ujar Erdogan.

Pemungutan suara jajak pendapat akan dilakukan 16 April mendatang.

Warga Turki diminta memilih "Ya" atau "Tidak" terkait usulan reformasi konstitusi yang mengganti sistem parlementer menjadi sistem presidensial.

Kampanye untuk "Ya" didukung oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) dan oposisi MHP, sementara oposisi utama Partai Republik Rakyat telah melakukan kampanye "Tidak".

Konstitusi baru akan menguatkan jabatan presiden dalam memimpin pemerintahan. Posisi Perdana Menteri akan dihapu, dan dimungkinkan adanya wakil presiden. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.