Lebih banyak bungkam, ISISer penyerang polisi di Banyumas kerap berkata 'thaghut thaghut', yang berarti....

Polisi geledah rumah warga di Banyumas (Tribunnews)
Pelaku penyerangan anggota di Mapolres Banyumas, Muhamad Ibnu Dar (22), ditangkap polisi sesaat setelah melakukan penyerangan, Selasa (11/4).

Kapolres Banyumas, AKBP Azis Andriansyah, mengatakan, polisi telah memintai keterangan Ibnu terkait perbuatan yang dilakukannya.

Ibnu kebanyakan bungkam saat diperiksa.

"Ketika diperiksa di Polres, dia hanya mengatakan 'thaghut, thaghut'," kata Azis, Rabu (12/4/2017).

Thaghut secara sederhana berarti sesuatu yang menandingi Allah dan ajaran Islam.

Kalangan takfiri memvonis pemerintah yang dianggap sekuler sebagai "thaghut". Sementara aparat keamanan adalah "penyokong thaghut" yang "murtad" dan "halal darahnya".

Sehingga mereka dipandang sebagai target sah.

Azis mengatakan, ada indikasi, tindakan pelaku terkait jaringan terorisme.

Pihaknya pun akan mendalami kasus itu untuk menguak dugaan jaringan terorisme yang menyertainya.

Diantara indikasinya, Ibnu mengenakan ikat kepala bertuliskan mirip ISIS saat melakukan penyerangan terhadap polisi di Mapolres.

Baiat ISIS via Internet
Ibnu Dar diduga mempelajari paham takfiri ISIS secara autodidak.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, selain memperoleh materi melalui buku, Ibnu Dar mempelajari paham radikal melalui media internet.

Aksi brutalnya dalam kejadian tersebut diduga sebagai ekspresi dendam Ibnu Dar terhadap anggota korps Bhayangkara.

Alasannya, polisi selama ini getol memerangi orang-orang takfiri yang sepaham dengannya.

"Dia merupakan simpatisan ISIS. Melalui internet, simpatisan bisa berbaiat langsung dengan ISIS", ungkap Condro kepada wartawan, Rabu (12/4).

Ibnu Dar juga diduga sebagai simpatisan Jama'ah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Maman Abdurrahman yang mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap.

Kendati demikian, ia menyatakan, Ibnu Dar belum pernah menjenguk napi teroris di Pulau Nusakambangan itu.

"Jika terduga teroris lain ada yang pernah menjenguk napi teroris di Nusakambangan", sambung Condro.

Kapolda telah memerintahkan Kepala Satuan Wilayah Cilacap untuk memperketat pengamanan dan pengawasan terhadap para pembesuk napi teroris di Nusakambangan.

Jangan sampai kegiatan tersebut dijadikan kedok bagi kelompok radikal atau simpatisan untuk memperluas pengaruh mereka di wilayah yang berdekatan dengan Lapas Nusakambangan.

"Kami sudah perintahkan Kasatwil untuk antisipasi. Jangan sampai besuk napi dijadikan kedok, kemudian membuat kos di situ dan menyebar pengaruh", tegas Condro. (Tribunnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.