Seorang pejabat Komunis China dihukum lantaran 'tak berani' merokok di depan tokoh agama Islam

Ilustrasi (Channel New Asia)
Seorang pejabat China yang diduga menolak merokok di depan Muslim Xinjiang diturunkan dari jabatan karena dinilai memiliki "sikap politik yang tidak stabil", menurut surat kabar setempat pada Selasa (11/4).

Pemerintah distrik Hotan mendakwa Jelil Matniyaz, sekretaris tingkat desa partai Komunis yang berkuasa, karena takut merokok didepan tokoh agama.

"Perilakunya yang 'tidak berani' itu sesuai dengan pemikiran keagamaan ekstrim di Xinjiang", ujar pejabat lokal, dikutip surat kabar Global Times.

Menurutnya, anggota partai kerap merokok di depan penganut agama agar menunjukkan komitmen sekuler.

Kegagalan Matniyaz melakukan hal dianggap sebagai kegagalan "memerangi pemikiran keagamaan yang ekstrem", dan "gagal menghadapi ancaman kekuatan daerah ekstrem", ujar sumber pejabat.

Matniyaz diberi "peringatan keras", dilucuti dari tugas sekretaris partai, dan diturunkan dari anggota staf senior menjadi staf anggota.

Xinjiang telah "disiksa" selama bertahun-tahun oleh serangkaian kekerasan.

Beijing menyalahkan kelompok separatis Uighur yang dituduh sejajar dengan jaringan teroris asing.

Namun kelompok HAM menilai, kerusuhan di wilayah tersebut disebabkan kebijakan Komunis yang terlalu menekan Muslim.

Uighur mengeluhkan tekanan budaya, agama, dan diskriminasi.

China memperkenalkan undang-undang "anti-ekstremisme" baru di Xinjiang, akhir Maret lalu, termasuk ketentuan melarang jenggot yang dianggap "abnormal".

Xinjiang, kampung bagi etnis minoritas China, Muslim Uighur, telah membatasi praktik keagamaan, seperti mendidik anak dengan agama, memakai jilbab, dan puasa di bulan Ramadhan.

Ibadah tersebut dipandang sebagai bentuk dari "ekstremisme Islam". (Channel News Asia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.