Kata-kata atau pesan yang termuat dalam kiriman bunga untuk Ahok dianggap provokatif. Sementara pihak pengirim tak jelas

Salah satu karangan bunga yang dikirim untuk Ahok, tanpa ada identitas pengirimnya. (Sindonews)
Setelah dipastikan kalah dalam quick count pilgub DKI Jakarta, pasangan Ahok-Djarot mendapatkan kiriman ribuan karangan bunga.

Sayangnya, pengirim karangan bunga tersebut tidak ada yang menggunakan nama asli dan terkesan seperti lelucon.

Ribuan karangan bunga pertama datang pada Senin 24 April 2017 lalu di Balai Kota DKI Jakarta. Jumlahnya mencapai 1.000 buah.

Berbagai bentuk diterima, mulai dari bentuk papan, buket hingga standing flower.

Mayoritas pengirim bunga menggunakan nama anonim, misalnya saja 'dari kami yang belum bisa move on'; 'Super Moms Bintaro'; 'Grup Beties'; 'grup Sos' ; 'Oneng Grup'; 'Ibu-Ibu Cantik DKI'; Pengagum Badja dan sebagainya.

Tak itu saja, nama toko bunga yang memproduki karangan bunga tersebut tidak terpampang sebagaimana lazimnya. Namun, surat pengirim yang terlihat berbeda-beda dari namanya

Tidak ada yang bisa memverifikasi kejelasan asal pengirim. Pihak pengrajin pun tak tahu pasti individu pemesan.

"Kami enggak lihat satu per satu ya. Pokoknya kami terima order, lalu konfirmasi mereka mau seperti itu ya kami kerjakan. Intinya mereka kan mau ucapkan selamat dan terima kasih saja", ujar Linda, seorang pemilik toko bunga.

Bunga Provokatif
Sayangnya, kata-kata atau pesan yang termuat dalam kiriman bunga untuk Ahok dianggap provokatif.

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu, menyebut kata-kata dalam karangan bunga justru bisa menambah ketegangan masyarakat.

Menurutnya, kata-kata dalam karangan bunga itu bersifat provokatif bisa memancing kemarahan masyarakat lainnya yang berbeda.

"Bagus saja kalau terima kasih. Mohon cek kalimat-kalimat bunga yang isinya pecah-belah. Itu yang saya persoalkan", ujar Said dalam akun Twitter @saididu, Rabu (26/4).

Ia menyarankan sebaiknya semua tindakan seperti ini sebaiknya dihentikan.

Said juga berharap semua pihak bisa menahan diri agar situasi yang sempat memanas kembali normal.

"Banyak yang salah paham dengan twit saya padahal maksudnya ada yang dalih kirim bunga terima kasih padahal isinya pecah-belah lagi", ucapnya.

Sementara itu, cawagub pemenang pilkada, Sandiaga Uno, menilai kiriman bunga dapat menguntungkan pengrajin.

"Saya rasa itu bagus ya buat mendorong ekonomi. Sekarang kan sepi order tuh pengrajin karangan bunga. Dengan Pilkada, bisa menghasilkan omzet lebih buat mereka", kata Sandi usai mengisi sebuah seminar, dikutip dari Kompas. (Kompas/Sindonews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.