China meminta AS dan Korea Utara untuk mundur dari perang, mengingat kemungkinan akan adanya "konsekuensi tak terbayangkan"

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi (AA)
China meminta AS dan Korea Utara untuk mundur dari perang, mengingat kemungkinan akan adanya "konsekuensi tak terbayangkan".

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan ancaman perang di semenanjung Korea sangat tinggi.

"Saya harus menekankan sekali lagi bahwa keamanan dan stabilitas sangat rapuh saat ini", tuturnya dalam konferensi pers di Berlin, Rabu (26/4).

"Dan ada bahaya besar (bahwa) insiden atau konflik baru bisa pecah kapan saja", lanjutnya.

Ketegangan Korea Utara dan AS meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

AS mengerahkan kapal perang dan sistem rudal Thaad ke semenanjung Korut. Sementara, Pyongyang diperkirakan akan melakukan uji coba nuklir atau rudal.

"Saya percaya bahwa kita tidak akan mentolerir, bahkan 1 persen kemungkinan perang", ujar Wang bersama Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel.

"Korea Utara tidak seperti Timur Tengah. Jika perang pecah di semenanjung Korea, maka kita akan menghadapi konsekuensi serius dan tak terbayangkan. Oleh karena itu, mengurangi risiko perang adalah kepentingan kita bersama", imbuh Wang.

Gabriel menyatakan dukungannya terhadap usaha China menemukan solusi damai. Namun menurutnya, langkah pertama harus dimulai oleh pihak Pyongyang.

Ia menuduh rezim Kim Jong-un meningkatkan ancaman rudal dan tes nuklir yang melanggar resolusi PBB.

"Saya percaya ini bisa menjadi langkah besar pertama, setidaknya mencegah peningkatan ketegangan lebih lanjut", ujar Gabriel. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.