Apapun dilakukan Moskow untuk membela Assad dari dugaan serangan gas kimia, termasuk membuat cerita tandingan yang dianggap konyol

Korban gas kimia yang diduga Sarin
Pasca serangan gas kimia di provinsi Idlib, Presiden AS Donald Trump menuduh rezim Basyar al-Assad "telah melampaui batas".

AS yakin rezim melakukan serangan gas beracun terhadap warga sipil di kota Khan Syeikhun, pada Selasa pagi.

"Apa yang terjadi kemarin tidak dapat diterima oleh saya. Sikap saya terhadap Suriah dan Assad telah berubah", ujar Trump dalam konferensi pers, Rabu (5/4).

Para pejabat AS juga menolak pernyataan Rusia yang mengklaim oposisi harus disalahkan atas serangan itu.

Negara-negara Barat, termasuk AS, manyatakan hampir pasti militer Assad bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sumber intelijen AS mengungkap, kematian korban kemungkinan besar disebabkan oleh gas Sarin yang dijatuhkan pesawat Assad.

Sementara itu, Moskow membuat penjelasan tandingan yang membela Assad, bahwa "gas beracun adalah milik oposisi".

Dalam cerita dari Rusia, gas itu bocor karena gudang senjata oposisi terkena bom dari pesawat tempur.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengklaim, dugaan (yang menyalahkan Assad) didasarkan pada "informasi palsu".

Jubir Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan Moskow akan tetap menyalahkan oposisi.

Klaim Rusia ini disebut tidak kredibel oleh AS, dan dianggap kebohongan tidak konyol menurut oposisi Suriah.

Labib Nahhas, kepala hubungan luar negeri Ahrar Syam menegaskan cerita versi Rusia itu salah besar dan bertentangan dengan laporan saksi.

"Pernyataan ini bermaksud melindungi Assad dalam melanjutkan pembantaian kejinya pada rakyat Suriah", kecam Nahhas.

Amerika Serikat, Inggris dan Perancis telah mengusulkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan itu.

Sementara Rusia menyatakan posisinya di Suriah tidak berubah, yaitu memihak rezim.

Wakil Menteri Luar Negeri Gennady Gatilov mengatakan Rusia akan memveto draft jika negara-negara Barat melakukan pemungutan suara tanpa konsultasi lebih lanjut. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.