Banser menuduh HTI jelas dan terang benderang sebagai organisasi makar karena ide Khilafahnya dianggap merongrong Indonesia

Kampanye HTI bertajuk perkenalan bendera Rasulullah

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia yang sempat direncanakan digelar Minggu kemarin (2/4), di Surabaya dibatalkan karena penolakan dari Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU).

Bahkan, kepastian pembatalan sudah diperoleh saat Sabtu malam lalu.

"Sebab ada potensi kerawanan karena mendapat penolakan yang massif dari Banser", kata Kapolresta Surabaya, Kombes M Iqbal.

Di samping penolakan Banser, Kepolisian Daerah Jawa Timur juga tidak memberi rekomendasi digelarnya aksi tersebut di Surabaya.

Kepastian pembatalan didapat setelah polisi melakukan pertemuan secara terpisah dengan pihak HTI maupun Banser.

"Saya selaku penanggung jawab keamanan melakukan komunikasi dengan mereka. Hasilnya, mereka (HTI) dengan sadar membatalkan", katanya.

Meski begitu, HTI tetap melakukan shalat Shubuh berjama'ah di Masjid Al-Akbar.

Fajar, Ketua DPD HTI Jawa Timur mengatakan, memang ada rencana tabligh akbar. Namun melihat dinamika yang ada, kegiatannya hanya shalat tahajud dan Shubuh berjama'ah.

"Kita tidak ingin ada konfrontasi. Bahwa (keputusan tidak ada aksi damai), karena kami ingin jama'ah juga harus dilindungi. Melindungi kehormatannya, dan tidak ingin melayani hal-hal di luar itu", kata Fajar.

Menurut polisi, anggota Banser pasang badan di depan Masjid Al Akbar mengawasi sampai lokasi benar-benar kosong dan tidak ada kegiatan Tabligh Akbar.

Banser menuduh HTI jelas dan terang benderang sebagai organisasi makar karena ide Khilafahnya dianggap merongrong Indonesia.

Sebelumnya, Banser telah menghadang konvoi HTI di Trenggalek menuju Surabaya. Bendera-bendera Tauhid dilucuti oleh anggota Banser. (Tempo/Detikcom)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.