Bahrain menyambut baik keputusan Gedung Putih menjual 19 jet tempur F-16 senilai Rp 65 triliun

Menlu Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifa (Reuters)
Menteri Luar Negeri Bahrain, pada Selasa (4/4), menyebut Presiden AS Donald Trump lebih memahami kondisi wilayah Teluk beserta ancaman yang ditimbulkan oleh Iran, ketimbang Barack Obama.

Syeikh Khaled bin Ahmed al-Khalifa mengatakan, pemerintahan baru AS akan segera mengklarifikasi resmi sikapnya terkait kebijakan luar negeri.

Kerajaan Bahrain menuduh Iran menyebar paham radikal dan mempersenjatai orang Syi'ah. Obama dianggap tidak melakukan cukup usaha mengatasi gangguan Iran di Bahrain.

Teheran kerap membantah melakukan campur tangan di dalam Kerajaan Teluk.

Trump sendiri berjanji menangani Republik Syi'ah Iran secara tegas. Ia mengkritik kesepakatan internasional program nuklir Teheran dari Obama pada 2015 lalu.

"Kami melihat pemahaman yang lebih baik dari Gedung Putih terhadap ancaman yang kita hadapi di sini, terutama dari orang-orang iran", ujar Syeikh Khaled.

Khaled bertemu Menlu AS Rex Tillerson di Washington, bulan lalu. Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa juga telah berbicara melalui telepon dengan para pejabat senior AS, termasuk Trump.

Ia menyambut baik keputusan Gedung Putih menjual 19 jet tempur buatan Lockheed Martin, F-16, sebesar $ 5 miliar pada Bahrain.

Bahrain merupakan sekutu utama Arab Saudi dan jadi lokasi salah satu pangkalan AS.

Pada masa Arab Spring 2011, kaum Syi'ah Bahrain mengadakan aksi protes. Namun, aksi berhasil ditumpas dengan bantuan negara tetangga, yaitu Saudi.

Sejak itu, Iran diduga kuat meningkatkan kampanye untuk merusak keamanan dan berusaha menjatuhkan keluarga al-Khalifa. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.