Kelompok Syi'ah dukungan Iran kini dapat dihukum secara militer oleh pengadilan Bahrain

Kerajaan Bahrain
Raja Bahrain pada Senin (3/4) menyetujui amandemen konstitusi yang memberikan hak mengadili warga sipil (terlibat militan) kepada pengadilan militer.

Pengadilan militer di Bahrain sebelumnya hanya diperuntukan bagi persidangan anggota angkatan bersenjata atau cabang lain badan keamanan.

Di bawah amandemen baru ini, pengadilan memiliki kekuatan mengadili sipil yang dituduh mengancam keamanan negara.

Kantor berita resmi BNA mengatakan, Raja Hamad menyetujui amandemen Pasal 105 (b) konstitusi Bahrain.

Langkah ini bertepatan dengan keputusan pengadilan yang mengurangi hukuman penjara pemimpin faksi oposisi Syi'ah, Ali Salman.

Ia dihukum karena menghasut kebencian dan menghina negara.

Hukuman Salman dipotong dari sembilan tahun menjadi empat tahun penjara.

Amandemen konstitusi disetujui pekan lalu oleh 40 kursi majelis tinggi parlemen, dan 40 kursi terpilih majelis rendah.

Pihak berwenang membenarkan langkah ini perlu untuk melawan sel militan anti-pemerintah yang didukung Iran.

Kerajaan Bahrain menuduh oposisi Syi'ah bekerja sama dengan Iran dalam menghasut kerusuhan. Teheran kerap membantah keterlibatannya.(Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.