Duta Besar AS di PBB Nikki Haley membuat publik bingung dalam menjelaskan sikap AS soal masa depan rezim Assad di Suriah

Duta Besar AS untuk PBB
Kamis lalu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa nasib Assad akan ditentukan oleh rakyat Suriah.

Dalam konferensi pers Senin (3/4), Duta Besar AS di PBB Nikki Haley menjelaskan hal itu bukan berarti AS akan menerima Assad dalam pemilu Suriah mendatang.

"Kami tidak berpikir bahwa rakyat (Suriah) menginginkan Assad lagi, kami juga tidak berpikir ia akan menjadi seseorang yang rakyat inginkan", ujar Haley.

"Kami tidak bersimpati pada Assad. Kami telah menyatakan dengan sangat jelas. Kami beranggapan dia halangan perdamaian dalam waktu yang lama. Dia penjahat perang. Apa yang dia lakukan kepada rakyatnya, menjijikkan", ujar Haley.

Sebelumnya ini, Menlu Tillerson dan Haley dikritik atas pernyataan mereka mengenai prioritas AS di Suriah.

Beberapa hari lalu Haley berkata: "Ada perubahan prioritas, dan prioritas kami bukan lagi membuat Assad turun dari jabatannya"

Namun, ia kemudian berkata jika "Assad selalu menjadi prioritas", serta Amerika Serikat ingin membawanya ke pengadilan.

Gedung Putih, Jum'at (31/3) lalu, menyebut fokus AS ialah mengalahkan militan ISIS.

"Tujuan kami adalah melakukan yang dibutuhkan untuk mengalahkan ISIS. Menurut saya, kami tidak perlu berbicara dengan Assad dalam melakukannya", ujar Haley.

Seperti diketahui, AS bersekutu dengan milisi SDF yang didominasi Kurdi dalam operasi melawan ISIS.

Saat ini mereka tengah "memanen" wilayah luas di utara Suriah dari tangan ISIS. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.