Sejumlah ilmuwan kimia yang diduga menjalankan program senjata kimia Assad dibekukan asetnya oleh AS

Serangan kimia di kota Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah 4 april lalu mengenai warga sipil (Reuters)
Departemen Keuangan A.S. memberi sanksi pada 271 pegawai Scientific Studies and Research Center (SSRC) Suriah, terkait pengembangan senjata kimia bagi rezim Basyar al-Assad.

Beberapa orang yang masuk daftar hitam terlibat program senjata kimia selama lebih dari lima tahun, menurut Departemen Keuangan.

Sanksi tersebut memerintahkan beberapa bank AS membekukan aset dan melarang perusahaan Amerika berbisnis dengan mereka.

Mereka yang masuk daftar hitam dinilai sebagai individu "berpendidikan tinggi" yang kerap melakukan perjalanan luar negeri dan menggunakan sistem keuangan internasional, meski tidak memiliki aset luar negeri, ujar pejabat pemerintah dalam sebuah konferensi.

"Sanksi ini menargetkan dukungan ilmiah untuk serangan senjata kimia diktator Suriah Basyar al-Assad yang mengerikan, terhadap orang sipil, wanita, dan anak-anak tak bersalah", ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam pernyataan.

Menurutnya, pihak berwenang AS akan "terus mengejar dan menutup jaringan keuangan semua individu yang terlibat produksi senjata kimia untuk melakukan kekejaman".

Keputusan ini dilakukan sebagai respon atas serangan kimia 4 April lalu di kota Khan Syeikhun, Idlib.

AS yakin militer Assad melakukan serangan, membunuh hampir 90 orang, termasuk 30 anak-anak.

Sebelumnya, AS telah meluncurkan puluhan rudal pada pangkalan udara yang menurut Pentagon digunakan dalam melancarkan serangan kimia tersebut. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.