AS menegaskan akan memberi serangan tambahan jika bom Birmil Assad kembali digunakan kepada warga sipil, AS beralasan....

peluncur rudal USS Porter (DDG 78) melakukan operasi di Laut Mediterania terhadap Suriah (7/4/2017. Reuters)
Presiden AS Donald Trump akan melakukan serangan tambahan di Suriah jika Assad diketahui kembali menggunakan senjata kimia atau menyebarkan bom barel (drum), menurut pernyataan Gedung Putih, Senin (10/4).

"Melihat orang-orang yang terkena gas dan meledak karena bom barel meyakinkan kami mengambil tindakan respon, jika insiden semacam ini terjadi lagi", ujar juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.

"Jika anda (Assad) melakukan meracuni bayi dengan gas, jika anda melemparkan bom barel kepada orang-orang tak bersalah.. Anda akan melihat respon dari Presiden", ujarnya.

Bom barel atau Birmil adalah drum minyak maupun tabung silinder lain yang diisi dengan bahan peledak dan pecahan peluru, logam hingga memuat klorin.

Benda ini kemudian dilempar dari helikopter oleh Assad. Biasanya menimbulkan korban besar jika menyasar daerah pemukiman atau rumah sakit.

Bom murah ini tak memiliki sistem pemandu akurasi, karena hanya jatuh mengikuti gravitasi ke bawah.

Sebelumnya, Trump memerintahkan serangan rudal jelajah ke pangkalan udara Shayrat, Homs, pekan lalu.

Ini adalah respon atas serangan gas beracun yang diduga dilakukan oleh militer Assad kepada warga sipil, termasuk anak-anak.

"Presiden memiliki hak opsi bertindak di Suriah melawan rezim Assad jika menyangkut kepentingan nasional, seperti penggunaan senjata kimia oleh pemerintah terhadap warga negaranya sendiri", jelas Spicer. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.