Wakil komisaris UNHCR menyeru negara-negara Teluk Arab memberi lebih banyak bantuan pada pengungsi Suriah

Pengungsi dala dari Raqqa di kamp Ain Issa, Raqqa Governorat, Suriah (1/4/2017. Reuters)
Wakil komisaris dari Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Minggu (2/4), menyeru negara-negara Teluk Arab memberi lebih banyak bantuan pada pengungsi Suriah.

Menurutnya, krisis dapat dapat segera teratasi jika ada tambahan bantuan lain.

Kelly T. Clements mengatakan, PBB prihatin dengan fakta mengenai jumlah pengungsi Suriah yang telah mencapai 5 juta jiwa.

"Bagi UNHCR, Ini bukanlah sebuah perayaan. Kami sebenarnya mencoba agar hal itu tidak banyak mendapat perhatian karena itu bukanlah cerita yang bagus", ujar Clements.

"Ini berarti, kita belum memiliki solusi politik agar memungkinkan pengungsi pulang ke negaranya dengan aman, bermartabat, dan sukarela", keluhnya.

Warga Suriah mulai mengungsi ke Turki, Lebanon, Yordania dan Irak sejak konlik merebak pada 2011 lalu.

Clements mengatakan, selain 5 juta pengungsi, ada sekitar 13,5 juta orang yang menjadi pengungsi dalam negeri. Beberapa dari mereka sudah pindah dua hingga empat kali.

"Mereka tidak mampu menghidupi keluarga, berada dalam bahaya mortir. Tidak mampu menyekolahkan anak-anak. Statistik menunjukkan bahwa satu setengah juta anak di Suriah tidak sekolah", jelas Clements.

Ia berbicara dalam kunjungannya ke Kuwait menandatangani perjanjian bantuan senilai $10 juta bagi pengungsi Suriah di Irak.

Kuwait adalah donor terbesar keenam UNHCR, dengan nilai bantuan mencapai $360 juta pada kurun 2013-2015, menurut Clement.

"Negara-negara GCC lainnya belum begitu maksimal", tambahnya, mengacu pada enam negara Arab yang kaya minyak.

"Kami ingin itu berubah. Sumber daya yang kami butuhkan mendukungan kemanusiaan di seluruh dunia, termasuk Sudan Selatan, Somalia Myanmar, Bangladesh, baru kami dapatkan setengah dari anggaran kami", lanjutnya.

Menurutnya, dukungan dari negara lain seperti Rusia dan China masih "jauh lebih sedikit" dibandingkan dengan negara-negara Teluk Arab, tapi menunjukan peningkatan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.