Korban kekerasan seksual di Australia mengeluhkan ajaran Katolik tentang bilik pengakuan dosa, dimana banyak penjahat datang ke sana, namun....

Peter Gogarty di usia muda (BBC)
Korban kekerasan anak di Australia meminta Gereja Katolik mereformasi hukum di bilik pengakuan agar kasus kejahatan bisa dilaporkan pada polisi.

Seorang korban, Peter Gogarty, menilai pelaku merasa aman karena cerita yang diungkap di "bilik cuci dosa" tidak akan dilaporkan ke pihak berwenang, baik dari pelaku maupun korban.

Masalah wajib lapor ini membuat Gereja Katolik Australia mengalami dilema, yaitu mengungkap informasi dari seorang anak yang menjadi korban.

"Apa yang mereka lakukan seolah mengatakan lebih siap melindungi pelaku daripada mengayomi anak yang jadi korban", ujar Gogarty.

Ia mengalami penyiksaan seksual oleh seorang pastor di New South Wales saat berumur 12 tahun.

"Penyelidikan komisi royal hanya (makin) menunjukkan jika seorang pedofil tidak akan berhenti sampai mereka mati atau secara fisik tidak mampu menganiaya lagi", keluhnya.

Penyelidikan tentang kasus kekerasan anak oleh gereja dimulai sejak 2013.

Mereka telah mengumpulkan bukti dari 4.440 orang yang mengaku jadi korban kekerasan di lembaga Katolik Australia.

Mr Gogarty menyebut pihak Gereja lambat merespon pengakuan ini.

"Menurut saya, pihak gereja tidak memahami kengerian bencana yang mereka ciptakan dan juga hal yang seharusnya mereka lakukan untuk memperbaiki itu", kta Gogarty.

Francis Sullivan, kepala dewan Kebenaran, Keadilan dan Penyembuhan Gereja. mengatakan lembaganya mengakui peran "memalukan" dalam menutupi aib pelecehan di masa lalu.

Ia mengakui, bukti penyelidikan telah membuat kredibilitas Gereja jatuh, serta harus membayar ratusan juta dolar sebagai kompensasi bagi para korban.

Namun, Sullivan menegaskan aturan Katolik soal pengakuan dosa tidak boleh diubah.

"Saya pikir itu akan menjadi tragedi jika komunikasi istimewa di bilik pengakuan dosa dihapuskan", katanya.

"Gereja Katolik mengatakan bahwa ketika terdapat meterai pengakuan, maka informasinya menjadi sakral, dan imam terikat dengan itu", lanjutnya.

Sullivan menyarankan, pelaku sebaiknya diminta melaporkan kejahatannya sendiri pada pihak berwenang.

"Saya pikir pastor wajib mengatakan kepada pelaku agar mendatangi otoritas berwenang", imbuhnya.

Wajib melaporkan pelecehan menjadi salah satu isu utama yang dipertimbangkan komisi royal.

Pihak Gereja mendapat tuduhan pelecehan oleh lebih dari 4.000 organisasi publik Australia. (BBC)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.