Para preman pelindung Sapi menyerang keluarga Muslim sembari meneriakkan slogan pemujaan dewa Hindu

Ilustrasi (AA)
Polisi menahan 11 anggota kelompok "preman", Senin (24/4), yang jadi pelaku penyerangan keluarga suku nomaden Muslim.

Kelompok itu melakukan serangan terhadap satu keluarga karena memelihara Sapi.

Serangan dilakukan terhadap seluruh anggota keluarga, termasuk gadis berusia 9 tahun.

Bagi agama Hindu, Sapi dianggap sebagai hewan suci yang harus dihormati. Penyembelihan Sapi dianggap ilegal. Bahkan negara bagian Gujarat tengah memberlakukan hukuman terbaru yaitu penjara seumur hidup bagi siapa saja yang menyembelih Sapi.

Video yang beredar menunjukan, para preman menyerang menggunakan batang besi sembari meneriakan slogan pemujaan dewa Hindu.

Keluarga tersebut telah meminta bantuan dari polisi di pos pemeriksaan distrik Reasi (sekitar 80 kilometer dari kota Jammu).

Namun, penyerang terus memukul mereka meski keadaan sudah di bawah pengawasan polisi.

Para preman juga dilaporkan mencuri ternak keluarga Muslim ini, termasuk 16 ekor Sapi.

Salah satu korban, Sabir Ali (75), harus dirawat di rumah sakit karena menderita patah tulang.

"Sebelas orang ditangkap kemarin (Minggu) karena serangan tersebut dan Sapi (curian) telah ditemukan", ucap Tahir Bhat, pejabat polisi di Reasi.

Namun sayang, polisi turut menuduh korban "memiliki ternak tanpa izin". Keluarga ini memiliki izin berternak empat Sapi, namun kenyataannya mengembala 16 Sapi.

Baru-baru ini, beberapa laporan muncul terkait  "kelompok perlindungan Sapi" yang menyebarkan teror di kalangan komunitas Muslim India utara.

Biasanya Muslim dibunuh dan diserang karena tuduhan memakan daging Sapi atau berternak Sapi. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.