Seorang warga Palestina menewaskan 1 tentara Israel dengan cara menabraknya dengan mobil, tapi kemudian....

Serangan mobil terjadi di pemukiman Israel di Ofra, Tepi Barat (AlJazeera).
Seorang pria Palestina ditembak pada Kamis (6/4) setelah melakukan serangan mobil-di dekat pemukiman Tepi Barat.

Insiden itu menewaskan seorang tentara Israel dan melukai yang beberapa lainnya.

Sopir diidentifikasi sebagai Ahmad Moussa Hamed (23). Ia menabrak dua tentara Israel di belakang penghalang beton dekat halte bus, di luar pemukiman Ofra, dekat Ramallah.

Elichai Taherlev (20) dari Brigade Golani tewas dalam insiden itu, dan prajurit satunya (19) menderita luka ringan.

Tak lama setelah serangan, pasukan Israel menyerbu rumah Hamad di desa Silwad, dekat Ramallah.

Pemerintah Israel juga membekukan izin kerja di Israel milik beberapa keluarga Hamad, menurut media Israel.

Gerakan Hamas merilis pernyataan memuji serangan Ahmad Moussa.

Juru bicara Hamas Abed al-Latif al-Qanou menyebut tindakan itu sebagai respon atas "kejahatan Israel yang terus-menerus dilakukan terhadap rakyat Palestina".

Hazem Qassem, juru bicara Hamas lainnya, mengatakan: "Ini adalah bukti Intifada Yerusalem akan berakhir dengan kemerdekaan dan kebebasan"

Qassem menggunakan istilah "Intifada Yerusalem" merujuk gelombang perlawanan di seluruh wilayah pendudukan Israel sejak Oktober 2015.

Kekerasan merenggut 259 nyawa warga Palestina, 41 warga Israel, dua orang Amerika, seorang warga Yordania, seorang warga Eritrea dan Sudan. (Al-Jazeera).
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.