Rakyat Ramalah menilai, tindakan Abbas adalah tindakan bodoh yang tidak menguntungkan rakyat Palestina, justru menguntungkan Israel

Ilustrasi (Hidayatullah)
Ribuan warga di Ramalah melakukan pawai besar-besaran memprotes tindakan represif aparat keamanan Otoritas Palestina terhadap aksi unjuk rasa damai di depan pengadilan di al-Birah.

Para peserta pawai menuntut agar Presiden Mahmoud Abbas diadili, Senin (13/3).

Sumber lokal menyebutkan, sejumlah demonstran menuntut aparat mengadili presiden Mahmoud Abbas karena kebijakanya dinilai sangat merugikan rakyat.

Massa menilai, tindakan Abbas adalah tindakan bodoh yang tidak menguntungkan rakyat Palestina, justru menguntungkan Israel.

Mereka juga menuntut dihentikannya koordinasi keamanan dengan Israel serta perburuan pejuang/aktivis Palestina.

Para perserta meneriakkan yel-yel yang memuji Basil A’raj, aktivis yang dibunuh Israel saat menyerbu Ramallah.

Serta meminta diturunkannya kekuasaan militer. Media-media menyebutnya sebagai pawai terbesar sejak beberapa tahun.

Petinggi Gerakan Jihad Islam di Tepi Barat, Syeikh Said Nakhlah, memperingatkan Otoritas Palestina akan kemarahan masyarakat.

Ia menyeru aparat keamanan agar menghentikan tindakan represif pada pejuang perlawanan serta mengakhiri koordinasi keamanan dengan Israel.

“Berlanjutnya tindakan ini bisa menimbulkan kekacauan. Karena koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis ibarat tali yang jeratkan ke leher rakyat Palestina”, ujarnya.

Sebelumnya, Mahmoud Abbas diundang Donald Trump mengunjungi Gedung Putih membahas dimulainya lagi ‘perundingan perdamaian’, istilah politik yang kerap digunakan AS dalam ketidakjelasan kemerdekaan Palestina.

Sementara faksi-faksi dan lembaga-lembaga profesi Palestina mengecam tindakan represif Otoritas Palestina di Ramallah.

Meski secara de jure Palestina adalah negara yang diakui mayoritas bangsa di dunia.

Namun secara de facto. Palestina, terutama Tepi Barat, menunjukkan negara itu seperti provinsi Israel yang dianggap membelot dan terjadi politik apartheid.

Wilayah Tepi Barat dikontrol oleh Otoritas Palestina pimpinan Mahmoud Abbas yang cenderung sekuler dan berkompromi dengan Israel. Sedangkan Gaza dipegang kelompok Islam Hamas.

Hambatan terbesar kemerdekaan penuh Palestina di PBB adalah Israel yang selalu didukung AS. (Hidayatullah/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.