Milisi Syabihah dilaporkan kerap menculik orang Kristen dari keluarga kaya dengan maksud meminta tebusan

Gereja di Idlib dihancurkan serangan udara Assad/Rusia
Tindakan keras Presiden Suriah Basyar al-Assad rupanya juga menyasar umat Kristiani.

Menurut situs Orient-news.net, rezim Assad pernah melakukan pembantaian terhadap warga Kristen Lebanon.

Penjara dipenuhi dengan tahanan politik Kristen selama perang sipil Lebanon saat Assad melakukan intervensi militer ke sana.

Ketika revolusi Suriah dimulai pada Maret 2011, banyak pemuda dan kaum intelek Kristen ikut serta melakukan protes terhadap rezim.

Warga Kristen terbagi menjadi tiga golongan saat aksi militer mulai merebak.

Pertama, terlibat dalam revolusi Suriah, baik demonstrasi maupun mengangkat senjata menghadapi serangan pasukan Assad. Bahkan terdapat sebuah grup tempur anti rezim.

Beberapa diantara mereka akhirnya ditahan, terbunuh dalam pertempuran, atau melarikan diri.

Kedua adalah kaum Kristen yang mendukung Assad. Ada yang bergabung dalam pasukan atau menjalani bisnis mendukung penyelewengan anggaran yang dilakukan pemerintah.

Ketiga adalah kelompok netral. Pilihan ini diambil sebagian besar warga Kristen Suriah. Mereka tidak bergabung dalam jajaran pro-revolusioner maupun loyalis Assad.

Mayoritas pemuda dalam kelompok netral memilij berimigrasi dan mencari suaka di negara Uni Eropa.

Mereka tidak tahan pada tekanan rezim Assad yang meminta masuk dalam jajaran wajib militer.

Menurut organisasi internasional dan laporan khusus, perkiraan jumlah tahanan Kristen di Suriah yaitu sekitar 3000 orang, termasuk perempuan.

Ada pula lebih dari 5000 kasus penghilangan paksa yang dilakukan oleh pasukan rezim atau milisi sekutunya.

Milisi Syabihah dilaporkan kerap menculik orang Kristen dari keluarga kaya dengan maksud meminta tebusan. Namun jumlah pasti korban dari kelompok Kristen Suriah masih tidak diketahui.

Dalam beberapa kasus, pasukan rezim membom pemukiman Kristen dan menyalahkan insiden tersebut pada kelompok oposisi.

Hal ini dilakukan agar menarik lebih banyak orang Kristen berada di pihaknya. Homs telah mengalami sejumlah besar serangan semacam ini.

Rezim juga mempropagandakan ancaman kelompok oposisi Islamis yang menguasai Idlib, agar meraup dukungan minoritas dalam rekrutan baru militer, seperti Kristen dan Druze. (Orient-news)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.