Polisi Israel tertangkap di kamera sedang menyerang seorang Palestina di wilayah Wadi el-Joz, Yerusalem Timur

Caption Cuplikan Video Polisi Israel Memukul Warga Palestina (Al Jazeera)
Polisi Israel tertangkap di kamera sedang menyerang seorang Palestina di wilayah Wadi el-Joz, Yerusalem Timur.

Video memperlihatkan seorang petugas polisi berpakaian preman berhadapan dengan pengemudi truk Palestina (Mazen Shweiki, 50 tahun) karena menabrak mobil petugas.

Konfrontasi verbal berubah menjadi serangan fisik. Dalam rentang dua menit, petugas Israel menampar, memukul, dan menendang Shweiki.

Pengendara truk tersebut dirawat di rumah sakit pada Kamis (23/3), karena menderita patah tulang di empat tulang rusuk, menurut istrinya, Umm Rafaat.

"Kami akan menuntut polisi itu", katanya.

Video penyerangan telah beredar luas
"Saya saat itu akan pergi bekerja seperti biasa dengan truk yang diparkir di Kementerian Dalam Negeri di Wadi Joz. Saya dikejutkan oleh seorang perwira pasukan khusus Israel yang menuju ke arah saya dan bertanya: 'Mengapa Anda menabrak mobil saya?'...", jelas Shweiki, penduduk Yerusalem Timur, mengatakan kepada media setempat. Insiden terjadi hari Selasa (21/3)

Swheiki mengaku tidak sengaja menabrak mobil petugas di tempat parkir, dan telah mencari pemilik untuk membantu memperbaikinya, tetapi tidak menemukannya.

Ahmad Teibi, warga Arab anggota parlemen Israel, menghubungi menteri keamanan publik dan kepala polisi Israel mengenai masalah ini.

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan mengaku kepada Teibi bahwa polisi itu sudah "mendapat cuti paksa" dan akan diselidiki.

Polisi Israel merilis sebuah pernyataan, menyatakan tindakan polisi itu "tidak biasa".

Identitas pemukul belum dirilis, tapi diketahui ia adalah bagian dari unit penyamaran khusus "Yasam", yang bertugas mengatasi kerusuhan.

Erdan menyebut perilaku polisi tersebut "sangat serius dan layak ditolak".

"Ini hanya kelanjutan dari kekerasan pasukan keamanan Israel karena tidak adanya hukuman dan supremasi hukum atas pelanggaran oleh pasukan", ujar Karim Jubran, peneliti hak asasi manusia di B'Tselem.

Jubran menambahkan, tahun lalu B'Tselem menghentikan pengaduan karena terdapat "sistem yang dirancang menyembunyikan fakta".

"Setelah 28 tahun mengajukan keluhan kepada polisi Israel mengenai insiden semacam itu, tidak ada yang berubah", katanya. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.