"Apanya itu dibilang memecah umat, (dibilang) takfiri lah, kapan saya pernah kafirkan orang (Muslim)?"

Ustadz Khalid Basalamah saat di Sidoarjo
Selain ditolak oleh sekelompok massa di Sidoarjo, Sabtu (4/3) ini, Ustadz Khalid Basalamah (UKB) rupanya pernah mengalami hal serupa tahun lalu.

Penolakan terjadi bulan Agustus 2016, ketika itu UKB diundang mengisi di Masjid Muhammadiyah sungai Miai, dengan alasan ceramahnya "menebar kebencian".

Menanggapi lewat video ceramah, UKB menyatakan ia terbuka terhadap koreksi jika ada sesuatu yang disampaikannya memang salah.

"Saya warga negara Indonesia, saya bukan PKI, yang disampain jelas... Hampir 600 judul ceramah Alhamdulillah semua diupload bisa dilihat, cari satu-per satu, kalau ada yang salah berikan masukan kepada saya", tegas UKB.

Ia siap meminta maaf jika terbukti salah. Tapi koreksi harus dilakukan secara jelas dan sesuai rujukan kitab.

"Saya perbaiki itu, saya minta maaf kalau saya salah.. Seorang mukmin (harus) jelas hidupnya, nggak ada neko-neko. (Kalau) benar (maka) benar, salah (ya) salah, selesai.. Gitu kan", katanya.

UKB mengatakan, semua lokasi tempatnya mengisi kajian sudah diumumkan di medianya, terutama yang di Jakarta. Terbuka bagi yang mau mendatangi.

Ia juga menunjukkan kitab rujukan yang dibahas di kajiannya.

"Apanya itu dibilang memecahkan umat, takfiri lah, kapan pernah saya kafirkan orang (Muslim)?", tegasnya.

UKB kemudian menasehatkan, seseorang yang diserang fitnah (tuduhan bohong), caci-maki dan hal buruk lainnya agar tersenyum, karena menurut syariat ia akan menerima "transfer pahala".


Uniknya, baik kelompok penolak di Banjarmasih maupun Sidoarjo menempatkan diri sebagai "korban" atas isi ceramah UKB.

"Kami meminta pengajian ini dibatalkan karena isi ceramahnya sering provokatif dan sering menjelekkan organisasi Islam lainnya", klaim Rizza Ali Faizin Ketua Ansor Cabang Sidoarjo, dikutip Detikcom.

Perlu diketahui, kalangan penolak UKB berlatar belakang tradisionalis. Sedangkan UKB dipandang sebagai "Salafi Wahabi", gerakan dakwah pemurnian (puritan) Islam sesuai Al-Qur'an dan Sunnah.

Dalam kajian keilmuannya, kalangan puritan mengkritik sebagian amalan alkulturasi/campuran kaum Tradisionalis karena dianggap inovasi terlarang atau bid'ah.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.