Untuk mengimbangi siaran televisi mainstream, serta menyiarkan program amar ma’ruf nahi munkar, tvMu memperkokoh struktur manajemen secara profesional

Ilustrasi petinggi tvMu
Untuk mengimbangi siaran televisi mainstream, serta menyiarkan program amar ma’ruf nahi munkar, sejak Maret 2017 tvMu memperkokoh struktur manajemen secara profesional.

Sejumlah Direksi dengan berbagai latar belakang dan segudang pengalaman dari televisi swasta direkrut.

“Hal ini menjadi bukti keseriusan Muhammadiyah menjadikan televisi sebagai ladang amal tanpa meninggalkan unsur bisnisnya”, ujar Gatot Triyanto, Dirut tvMu.

Gatot merupakan Dirut baru tvMu yang berpengalaman puluhan tahun di dunia jurnalistik.

Terakhir ia adalah Pemimpin Redaksi (Pemred) Trans TV dan juga jebolan majalah Tempo.

Selain Gatot, tvMu juga merekrut Arief Hidayat Thamrin jebolan Metro TV, MNC TV, dan iNews.

Lalu Brillianto K. Jaya, mantan ANTV, tvOne, dan Metro TV, serta Harry Purmono yang pernah berkiprah di SCTV.

TvMu dipersiapkan hadir sebagai media alternatif di tengah ketidakberpihakan media mainstream terhadap persoalan bangsa.

Dengan begitu, tvMu bisa memberikan program dengan informasi yang baik serta sarat akan nilai-nilai dakwah.

Dengan basis 40 juta lebih anggota dan simpatisan Muhammadiyah di penjuru tanah air, tvMu dinilai memiliki potensi menjadi televisi Muslim terbesar Indonesia.

Berbagai kerjasama dilakukan dengan seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), juga sekolah-sekolah Muhammadiyah, Rumah Sakit Islam (RSI), serta Pimpinan Wilayah, Daerah, hingga Cabang Muhammadiyah, dan tak ketinggalan adalah LazisMu.

Sebagai lembaga zakat, infaq dan shadaqah, LazisMu dan tvMu sepakat membuka rekening wakaf bagi umat Islam yang berkeinginan untuk turut membantu syiar tvMu.

Para darmawan dapat berpartisipasi dengan wakaf maupun infaq lewat LazisMu. (tvMu)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.