3 Jenderal tinggi dari masing-masing negara telah bertemu di Antalya, membicarakan koordinasi militer mereka di Suriah dan mencegah bentrokan

Jenderal AS, Turki dan Rusia bertemu untuk membahas masalah Suriah
Turki, Amerika Serikat, dan Rusia harus berkoordinasi secara penuh dalam upaya "membersihkan Suriah dari kelompok teroris", menurut Perdana Menteri Turki Binali Yildirim.

Selain itu, ketiga negara harus mencegah bentrokan antara pihak-pihak yang mereka dukung di negara itu.

Dimana Turki mendukung oposisi Sunni, Rusia mendukung Assad, dan AS mendukung milisi Kurdi beserta sekutunya.

Lewat konferensi pers di Ankara, Yildirim mengatakan, risiko bentrokan muncul jika tidak ada koordinasi penuh.

Presiden Tayyip Erdogan pekan lalu mengatakan, target berikutnya dari operasi Turki adalah Manbij, yang dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS.

Namun, SDF buru-buru menyerahkan sebagian garis wilayahnya di sekitar Manbij yang berhadapan dengan FSA ke tangan rezim Assad. Sehingga menutup pergerakan FSA dan Turki menuju Manbij.

Turki dan Rusia memiliki perjanjian agar kubu dukungan mereka tidak saling menyerang di wilayah itu.

Sementara itu, di tengah kerumitan lapangan, 3 Jenderal tinggi dari masing-masing negara telah bertemu di Antalya, Turki, membicarakan koordinasi militer mereka di Suriah dan mencegah bentrokan.

Turki menginginkan adanya operasi bersama untuk merebut Raqqah dari ISIS, tapi tidak melibatkan milisi Kurdi YPG. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.