Ankara akan merespon 10 kali lebih keras atas tindakan pemerintah Belanda yang mencegah menteri Turki memasuki negara itu

Ratusan massa datangi Kedutaan Belanda di Ankara
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan pihaknya akan merespon 10 kali lebih keras atas tindakan pemerintah Belanda yang mencegah menteri Turki memasuki negara itu.

Belanda membatalkan izin penerbangan Cavusoglu serta mencegah menteri perempuan Turki memasuki konsulat negaranya di Rotterdam.

Cavusoglu menuding tindakan Belanda itu adalah upaya menarik pemilih sayap kanan dalam pemilu 15 Maret.

"Atas langkah yang mereka ambil, kami akan mengambil tindakan (balasan) 10 kali lebih (keras). Kami tidak takut dengannya, perbuatan mereka benar-benar tidak manusiawi", kata Cavusoglu dalam sebuah wawancara dengan televisi TRT, Sabtu (11/3).

Menurutnya, sikap pemerintah Belanda lebih anti-imigran dan anti-Muslim dibanding ulah politikus Geert Wilders.

"Mencegah seorang menteri perempuan memasuki wilayah kami, kantor konsulat kami, itu memalukan bagi Eropa", kritik Cavusoglu.

Ia menilai, tindakan Belanda itu merupakan penentangan atas referendum konstitusi baru Turki yang akan digelar bulan depan.

"Karena mereka (Belanda) tidak ingin kami stabil, kuat dan lebih banyak kebebasan", tambahnya.

Ankara sendiri meminta duta besar Belanda, yang sedang cuti, agar tidak kembali 'untuk sementara' ke posnya.

Sementara itu, polisi Belanda membubarkan warga Turki yang turun ke jalan memprotes perlakuan terhadap menteri mereka.

Di Turki, ratusan demonstran berkumpul di misi diplomatik Belanda di Ankara dan Istanbul untuk memprotes pemerintah Belanda. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.