Taliban berhasil menguasai distrik utama provinsi Helmand, Afghanistan selatan

Pasukan Afghanistan mundur dari distrik Sangin di provinsi Helmand setelah terjadi serangan Taliban (AlJazeera)
Taliban berhasil menguasai distrik utama provinsi Helmand, Afghanistan selatan, Kamis (23/3)

Sebagian besar wilayah Helmand memang telah berada di tangan kelompok Islamis itu. Namun, penguasaan distrik Sangin menguatkan pertumbuhan pengaruh mereka di wilayah selatan.

Kepala polisi distrik, Mohammad Rasoul mengatakan, pasukan Taliban menyerbu pusat Sangin sejak Kamis pagi.

Menurutnya, saat pengepungan Taliban terjadi, hanya ada delapan polisi dan 30 tentara Afghanistan yang bertugas.

Pasukan keamanan Afghanistan kini mengumpulkan personil terdekat untuk melakukan serangan balik skala penuh.

"Kami sedang mempersiapkan pasukan untuk merebut kembali distrik (sangin)," jelas Rasoul.

Juru bicara Taliban Qari Yousuf Ahmadi juga mengkonfirmasi keberhasilan ini.

Menurutnya, area itu dibombardir oleh pasukan asing setelah pasukan dan polisi Afghanistan menarik diri, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan dan infrastruktur.

Di Kabul, seorang politisi dari Sangin, Mohammad Hashim Alokzai, mendesak militer bergerak cepat untuk merebut kembali distrik. Kejatuhan ini berkonsekuensi buruk bagi Helmand.

"Merebut Sangin adalah kemenangan taktis utama bagi Taliban", ujar Michael Kugelman dari Wilson Centre pada Kamis.

Kelompok itu "telah mengambil alih ruang utama kota di salah satu provinsi, memperkuat ancaman mereka bagi Afghanistan selama hampir 16 tahun", katanya.

"Helmand sangat penting, tempatnya strategis dan berlokasi dekat Pakistan. Itu adalah benteng perdagangan opium", lanjut Kugelman.

Wilayah ini merupakan penghasil tanaman opium yang cukup besar di Afghanistan.

Secara terpisah, di bagian utara negara, terjadi "serangan orang dalam" (insider attack).

Seorang petugas menembakan senapannya ke rekannya yang sedang tidur, menewaskan sembilan polisi. Pelaku berhasil kabur, menurut juru bicara polisi Mafuz Akbari.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengklaim bertanggung jawab atas serangan, namun membantah keterlibatan polisi atau melakukan pembakaran mayat, seperti isu yang beredar. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.