Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir menunjuk mantan wakil presiden dan sekutu lamanya, Hassan Saleh, menjadi Perdana Menteri

Hassan Saleh ditunjuk sebagai Perdana Menteri pertama oleh Presiden Sudan (Reuters)
Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir menunjuk mantan wakil presiden dan sekutu lamanya, Hassan Saleh, menjadi Perdana Menteri, Rabu (1/3).

Ini menjadi kali pertama Sudan memiliki Perdana Menteri sejak Bashir berkuasa tahun 1989 silam.

Bashir menaiki kekuasaan lewat kudeta yang didukung militer dan Islamis. Saleh adalah salah satu anggota kemanan yang berperan dalam kudeta itu.

"Pertemuan para pimpinan partai, yang dipimpin oleh Presiden Bashir, menyetujui Hassan Saleh sebagai perdana menteri..", ujar Wakil Pemimpin Partai Kongres Nasional, Ibrahim Mahmoud.

Saleh dilantik hari Kamis ini, dan segera memulai negosiasi politik untuk membentuk kabinet baru, kata Mahmoud.

Konstitusi Sudan diubah Desember lalu yang mengadakan posisi perdana menteri sesuai permintaan partai oposisi dalam dialog nasional dengan pemerintah.

Tujuannya adalah mengalihkan beberapa hal dalam kekuasaan presiden.

Bashir menyetujui usulan, tapi masih memegang hak otoritas eksekutif dengan jabatan presiden.

Saleh adalah seorang jenderal angkatan darat yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Dalam Negeri, dan Kepresidenan.

Ia juga menjabat sebagai wakil ketua Partai Kongres Nasional dalam urusan eksekutif.

Perang panjang Bashir terhadap berbagai kelompok pemberontak bertepatan dengan datangnya krisis ekonomi negara.

Anggaran tahun ini diperkirakan menambah angka defisit dan pertumbuhan ekonomi juga lebih lambat.

Masalah ekonomi Sudan terjadi sejak Sudan Selatan memisahkan diri tahun 2011.

Wilayah mayoritas Kristen itu mengambil tiga perempat produksi minyak yang menjadi sumber utama pendapatan Sudan.

Kini, Sudan Selatan dibelit perang saudara mematikan yang berkepanjangan.

Bashir sendiri masih diincar internasional karena dituduh melakukan kejahatan perang oleh Pengadilan Kriminal (ICC) di Den Haag, dalam konflik dengan pemberontak di Darfur.

Tahun lalu dalam KTT OKI, Bashir datang ke Indonesia, namun ia tidak ditangkap karena indonesia bukan anggota ICC. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.