Puluhan orang terluka ketika seorang pelaku teror menabrak menggunakan mobil, lalu ia menabarak pembatas gedung parlemen Inggris

Korban tewas dalam insiden teror di kompleks parlemen Inggris bertambah menjadi lima orang, termasuk polisi yang ditikam dan sang pelaku yang ditembak mati. (Foto: REUTERS)
Jumlah korban tewas dalam serangan teror di kompleks parlemen Inggris pada Rabu (22/3) bertambah menjadi empat orang, termasuk seorang polisi bernama Keith Palmer yang ditikam pelaku saat kejadian.

Pelaku akhirnya ditembak mati otoritas keamanan, membuat total lima orang tewas dalam teror ini.

Tiga korban tewas merupakan warga yang ditabrak mobil pelaku di Jembatan Westminster, London, sesaat sebelum kendaraan menabrak pagar kompleks parlemen.

Insiden di depan kompleks pemerintahan Inggris ini bermula ketika sebuah mobil melaju kencang di Westminster, menabrak pejalan kaki, serta melukai setidaknya tiga petugas kepolisian yang sedang berada di lokasi.

Menurut Reuters, mobil itu kemudian ditabrakkan ke pagar pembatas. Satu pelaku dilaporkan turun dari mobil dan berlari ke arah Gedung Parlemen, menikam seorang petugas keamanan, sebelum akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Sekitar 40 korban lainnya mengalami luka. Seorang juru foto Reuters melihat setidaknya belasan orang terluka dan tergeletak di Jembatan Westminster. Beberapa dari mereka dikabarkan mengalami pendarahan berat.

Sejumlah turis asing juga ikut menjadi korban dalam insiden ini termasuk tiga pelajar asal Perancis berusia 15-16 tahun yang tengah mengikuti program kunjungan sekolah ke Inggris dan lima warga Korea Selatan yang terdiri dari empat wanita dan seorang pria berusia 50-60 tahun.

Menurut Kementerian Luar Negeri Korsel, lima warganya tersebut mengalami luka parah termasuk patah tulang dan luka serius di kepala.

Kelima warga Korsel itu dibawa ke rumah sakit didampingi dua pejabat konsulat di London.

Pihak kedutaan juga dilaporkan telah mengirimkan sebuah pesan teks peringatan bagi warga Korsel di Inggris untuk menghindari sejumlah tempat untuk sementara waktu dengan alasan keamanan.

Para saksi mata ditempat kejadian menggambarkan suasana panik dan mencekam saat serangan itu terjadi.

"Saya melihat sbeuah mobil lepas kendali dan menghantam para pejalan kaki di jembatan", kata Bernadette Kerrigan, saksi di sekitar lokasi kejadian.

"Saat kendaraan kami melewati jembatan, saya melihat sekitar 10 orang tergeletak di tanah, mereka terluka. Orang-orang berlarian. Tak lama petugas darurat mulai berdatangan", katanya.

Mantan Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski yang tengah melewati kompleks parlemen turut menjadi saksi teror itu.

"Saya mendengar sesuatu seperti kecelakaan mobil. Ketika saya melihat ke luar jendela mobil, saya melihat seorang warga tergeletak di aspal dan tidak bergerak", tuturnya.

Perdana Menteri Theresa May mengutuk keras rangkaian teror yang mengguncang negaranya ini dengan menyebut para teroris sengaja meluncurkan aksi mereka di jantung Kota London 'untuk menghancurkan nilai-nilai keberagaman'.

“Lokasi itu bukan sebuah kebetulan. Teroris memilih menyerang di jantung ibu kota kami, di mana orang dari segala kebangsaan, agama, dan kebudayaan datang bersama untuk merayakan nilai-nilai kebebasan, demokrasi, dan kebebasan berpendapat”, ujar May di depan kantornya di Downing Street 10.

Namun May menegaskan, upaya teroris menghancurkan nilai-nilai itu gagal total.

Insiden di kompleks parlemen ini merupakan yang terparah sejak serangan empat teroris menewaskan 52 penumpang kereta di London pada 2005 silam. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.