AS dan Kurdi ingin mengepung kota Raqqah yang selama ini diklaim sebagai "ibukota" ISIS

Barikade tentara di utara Raqqa (November 2016, Reuters)
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS, pada Kamis (9/3) mendekati kota Raqqa yang masih diduduki kelompok militan ISIS.

Milisi yang didominasi Kurdi itu diperkirakan bisa mencapai pinggiran kota dalam beberapa minggu lagi. Unit artileri Marinir AS juga dikerahkan untuk membantu serangan.

Juru bicara SDF Talal Silo mengatakan: "Kami berharap, dalam beberapa minggu akan diadakan pengepungan kota"

Munurut juru bicara koalisi Angkatan Udara AS, Kolonel John Dorrian, pasukan tambahannya akan bekerja sama dengan 'mitra lokal' SDF dan koalisi suku Arab di Suriah.

Tapi pasukan khusus AS ini tidak akan memainkan peran di garis depan.

Minggu ini, SDF berhasil memotong jalur Raqqah ke Deir Zour, yang kerap digunakan sebagai jalur suplai militan.

Dorrian mengatakan, upaya mengisolasi Raqqa sangat penting dan dapat dicapai dalam beberapa minggu.

"Kemudian keputusan untuk bergerak dapat dibuat", jelasnya.

Pasukan artileri AS akan membantu "mempercepat kekalahan ISIS di Raqqah", ungkap Dorrian. Marinir dipersenjatai artileri 155 milimeter.

Sumber militer Kurdi mengatakan, bala bantuan AS lainnya diharapkan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Di lain pihak, serangan udara koalisi menewaskan 23 warga sipil, termasuk delapan anak, di utara pinggiran Raqqa, hari Kamis, menurut SOHR.

Selain itu, ISIS juga menghadapi serangan dari militer rezim Assad yang didukung Rusia di timur provinsi Aleppo, dan militer Yordania di Suriah selatan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.