Produsen minyak OPEC dan Rusia berada dalam posisi "gencatan senjata" dengan perusahaan minyak AS setelah dua tahun menjatuhkan harga

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih (Reuters)
Pejabat senior Saudi di bidang energi meminta perusahaan-perusahaan minyak AS tidak berasumsi OPEC akan memperpanjang pemangkasan produksi untuk "menopang" peningkatan produksi minyak AS, sehingga menjaga harga tetap sehat.

Hal ini dibicarakan dalam pertemuan tertutup, menurut dua sumber industri, dilansir dari Reuters.

Produsen minyak OPEC dan Rusia berada dalam posisi "gencatan senjata" dengan perusahaan minyak AS setelah dua tahun menjatuhkan harga.

Fenomena tersebut membuat jumlah pasokan minyak "menggembung" melebihi permintaan konsumen. Harga minyak telah anjlok ke level terendah selama 12-tahun.

Saudi dan Rusia membuat kesepakatan di akhir 2016 untuk membatasi produksi mereka, yang mulai mengatrol harga hingga di atas $ 50 per barel.

Kenaikan harga ini memicu produksi baru oleh perusahaan minyak AS, setelah melempem akibat harga murah.

Pekan ini, mereka berencana menaikkan produksi yang ambisius di seluruh negara.

Selasa (7/3), Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih dalam konferensi industri di Houston, AS, menegaskan tidak akan ada "kebaikan" jika produsen minyak AS mengail keuntungan dari kebijakan pemangkasan.

Penasihat senior menteri Falih kemudian mengadakan pertemuan lanjutan Selasa malam lalu dengan eksekutif dari perusahaan Anadarko (APC.N), ConocoPhillips (COP.N), Occidental Petroleum Corp (OXY.N), Pioneer Natural Resources (PXD.N), Newfield Exploration (NFX.N) dan EOG Resources (EOG.N).

"Salah satu penasihat mengatakan, OPEC tidak akan merestui peningkatan produksi minyak AS. Dia meminta kami dan produsen minyak lainnya agar tidak berharap OPEC memperpanjang pemotongan produksi", ujar seorang eksekutif perusahaan AS yang hadir dalam pertemuan.

Saudi mengadakan pertemuan untuk bertukar pandangan soal pasar serta mengukur prospek penjualan minyak, ujar sumber.

Hari Rabu, harga minyak anjlok 5% ke level terendah tahun ini setelah persediaan minyak mentah AS melonjak ke rekor tinggi. Harga terus turun hingga Kamis.

OPEC selanjutnya akan bertemu di Wina, 25 Mei mendatang, untuk membahas kebijakan pasokan.

Berbeda dengan produsen OPEC dan non-OPEC yang sepakat menurunkan produksi, tidak ada aturan diantara produsen independen AS dan perusahaan minyak global dalam menahan produksi.

Keinginan mereka adalah hasil komersial, dengan menghasilkan minyak sebanyak mungkin demi meraup keuntungan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.