Koalisi pimpinan Saudi di Yaman menyeru PBB agar mengawasi pelabuhan Hudaidah, setelah 42 warga Somalia tewas akibat kapalnya ditembaki

Ilustrasi (Reuters)
Hari Minggu (19/3), koalisi pimpinan Saudi di Yaman menyeru PBB agar mengawasi pelabuhan Hudaidah, setelah 42 warga Somalia tewas akibat kapalnya ditembaki pada Jum'at dini hari.

Para pengungsi diserang saat meninggalkan kota pelabuhan Hudaidah untuk menyeberang ke Sudan. Perairan dekat selat Bab al-Mandab ini berada di bawah kendali militan Houthi.

Koalisi Arab membantah bertanggung jawab atas serangan, dan menyerukan pengelolaan pelabuhan diserahkan kepada PBB.

"Ini akan memudahkan aliran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman, sementara di saat yang sama mengakhiri penyelundupan senjata dan perdagangan manusia", ujar sebuah pernyataan.

Namun mereka tidak menyerukan adanya penyelidikan.

Saat kejadian, kapal mengangkut sejumlah pengungsi asal Somalia di Yaman. Mereka ingin lari dari pertempuran negeri itu.

Tiba-tiba kapal ditembaki, dugaan awal adalah dari helikopter. Meski belum jelas bagaimana dan siapa pelakunya.

"Kami tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi saksi selamat mengatakan diserang dari kapal lain. Kru menggunakan lampu dan berteriak bahwa itu adalah kapal sipil", ujar Iolanda Jaquemet, juru bicara Komite Palang merah Internasional. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.