Rencana ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Amerika Serikat pada Maret turun sekitar 300.000 barel per hari

Ilustrasi (Reuters)
Harga minyak hari Jum'at (24/3) naik tipis akibat penurunan ekspor Saudi ke Amerika Serikat.

Namun, pasar secara keseluruhan masih di bawah tekanan karena suplai bahan bakar itu masih membanjiri.

Harga bulan depan dari patokan internasional Brent crude futures LCOc1, berada di level $ 50,66 per barel, naik 10 sen dari penutupan terakhir.

Di Amerika Serikat minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 12 sen menjadi $ 47,82 per barel.

Para pedagang mengatakan, kenaikan harga disebabkan rencana ekspor minyak mentah Arab Saudi ke Amerika Serikat pada Maret turun sekitar 300.000 barel per hari (bph).

Kebijakan ini sejalan kesepakatan OPEC untuk mengurangi pasokan ke pasar.

Sebelumnya, AS mengimpor sekitar 1,3 juta bph minyak Saudi di bulan Februari, menurut data Administrasi Informasi Energi AS.

Penjual minyak asing ke AS harus bersaing dengan meningkatnya hasil pengeboran minyak paman Sam.

Produksi minyak AS (C-OUT-T-EIA) meningkat 8 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 9,1 juta bph.

Baru-baru ini, produsen minyak AS mengambil keuntungan dari kesepakatan OPEC memangkas produksi, sehingga harga sempat terkerek.

Meski penjualan ke AS turun, tapi untuk pengiriman ke konsumen utama lainnya, nilai ekspor Saudi tetap tinggi.

Data kapal dagang di Thomson Reuters Eikon menunjukkan, pengiriman OPEC ke Asia berkisar pada angka 17,6 juta bph pada Maret, naik 5% sejak Januari.

Asia merupakan zona konsumen minyak terbesar di dunia dan paling cepat berkembang.

Harga minyak beresiko jatuh lebih rendah jika OPEC tidak memperbesar pembatasan pasokannya, sebelum Juni.

"Pasar ingin melihat hasil pemotongan produksi untuk mengurangi stok yang terus bertambah", ujar Bank ANZ, Jum'at. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.