Sebuah kapal pengungsi Somalia diserang helikopter saat akan menyeberang menuju Sudan dari Yaman. 42 orang meninggal

Juru bicara koalisi Mayjen Ahmed al-Assiri
Kapal militer dan helikopter tempur menyerang perahu pengungsi Somalia di lepas pantai Yaman, Jum'at (17/3).

Serangan menewaskan sekitar 42 orang, menurut pejabat lokal Yaman dan saksi.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi Mayjen. Ahmed Asseri, menepis tuduhan Houthi yang mengatakan koalisi sebagai pelaku serangan.

Menurutnya, pasukan koalisi tidak terlibat dalam pertempuran di al-Hudaidah.

"Tidak ada serangan dari koalisi di zona ini", ujar Asseri.

Sedangkan pihak lain yang punya helikopter di wilayah Yaman adalah AS. Namun Pentagon membantah ada operasi serangan di Yaman selama waktu kejadian.

Sebelumnya, media Houthi menuding serangan dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi, meski tidak ada detail lebih lanjut.

Saksi selamat mengatakan, kapal itu penuh pengungsi dari Somalia, termasuk wanita dan anak-anak.

Mereka berusaha menyeberang ke Sudan akibat perang yang berkecamuk di Yaman.

Saksi, bernama al-Hassan Ghaleb Mohammed mengatakan, kapal diserang di 50 km lepas pantai Ras Arra, selatan provinsi al-Hudaidah.

Menurutnya, penumpang panik dan segera mengangkat senter untuk memberi tanda. Helikopter kemudian berhenti menembak, tetapi puluhan penumpang telah tewas.

UNHCR mengatakan, 42 mayat sudah ditemukan. Serangan terjadi sekitar pukul 03:00, Jum'at pagi.

Sekitar 75 laki-laki dan 15 wanita yang selamat dibawa ke pusat penampungan. Sementara beberapa mayat diletakkan di pasar ikan al-Hudaidah karena kurangnya fasilitas kamar mayat. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.