Media Saudi melaporkan, pekan lalu polisi menangkap sekitar 35 orang dari sebuah pesta, dimana laki-laki berpakaian seperti wanita dan memakai make-up

Ilustrasi penegak hukum Arab Saudi
Arab Saudi membantah tuduhan aktivis LGBT bahwa dua banci Pakistan dipukuli sampai mati di dalam tahanan polisi.

Laporan kematian disebar oleh media Pakistan dan dikutuk sekelompok aktivis LGBT, Senin (6/3).

Namun, Kementerian Dalam Negeri Saudi pada Selasa (7/3) pagi menyebut tuduhan itu "salah dan tidak ada penyiksaan".

Kementerian mengakui satu warga Pakistan tewas di dalam tahanan setelah penangkapan.

"Satu orang berusia 61 tahun menderita serangan jantung dan meninggal di rumah sakit setelah dirawat", menurut pernyataan kementerian dalam negeri.

"Kedutaan Pakistan sedang memeriksa kasus ini dan kasus lainnya. Prosedur sudah dimulai untuk mengirim mayat itu kembali ke negaranya", lanjut pernyataan.

Media Saudi melaporkan, pekan lalu polisi menangkap sekitar 35 orang dari sebuah pesta, dimana laki-laki berpakaian seperti wanita dan memakai make-up.

Media Saudi tidak menggunakan kata "transgender", atau mengatakan ada orang yang tewas.

Di Pakistan, aktivis transgender Farzana Riaz mengklaim dari sumber-sumber komunitas LGBT di Saudi, bahwa dua orang Pakistan dipukuli sampai mati dengan tongkat.

"Kami sangat sedih dengan kematian dua orang trans yang tidak bersalah ini di Arab Saudi", ujar Riaz, pemimpin kelompok Trans Action Pakistan.

Riaz menunjukkan beberapa foto yang menurutnya dikirim oleh sumber di Saudi, bersama dengan pesan yang dikirim melalui ponsel.

Kementerian Dalam Negeri Pakistan tidak bersedia memberikan komentar.

Arab Saudi tidak memiliki hukum terhadap kaum transgender, namun Kerajaan telah memerintahkan hukuman penjara atau cambuk kepada laki-laki yang berpakaian seperti perempuan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.