RUU larangan azan Shubuh oleh Israel juga akan menyasar Yerusalem, kota suci ketiga umat Islam

Peserta aksi protes di Jalur Gaza (Anadolu agency)
Pemungutan suara RUU larangan pengeras suara oleh parlemen Israel merupakan bentuk penolakan atas keberadaan Islam dan Muslim di wilayah itu, menurut ulama terkemuka Turki pada Kamis (9/3).

Mehmet Gormez berbicara sehari setelah Knesset menyetujui pembacaan awal RUU, mengenai larangan pengeras suara dalam panggilan shalat.

Sesi tersebut "penuh gejolak", anggota parlemen Arab terus berteriak "Allahu Akbar!" dalam pertemuan.

Gormez, yang juga merupakan kepala Direktorat Urusan Agama Direktorat (Diyanet), menyebut RUU Israel "tidak dapat diterima".

"Jika anda melarang seruan azan dari muazin, seluruh komunitas di kota atau negara itu (akan) menjadi muazin, melafalkan azan serta bersama dan menyatakan penolakan (terhadap) larangan tersebut", ujarnya pada upacara pembukaan Masjid Seyh Samil di provinsi Gaziantep, tenggara Turki.

"Tidak ada yang bisa membelenggu atau melarang keyakinan (orang)", tegasnya.

Gormez menekankan, kebebasan beragama Islam tidak dapat dihapus, terutama di Yerusalem sebagai salah satu tempat suci umat Islam, selain Mekkah dan Madinah,

Draft undang-undang di Knesset berisi larangan penggunaan pengeras suara dari tempat ibadah di Israel dan Yerusalem Timur.

Aturan berlaku pada pukul 11 malam hingga 7 pagi. Azan Shubunh jadi sasaran pelarangan.

Denda pada pelanggar ditetapkan sebesar $ 1.300 hingga $ 2.600, atau puluhan juta Rupiah.

RUU masih harus disetujui oleh Knesset dalam pembacaan kedua dan ketiga sebelum menjadi hukum.

Di hari yang sama, warga Palestina di Jalur Gaza melakukan aksi protes atas RUU ini.

Aksi diselenggarakan oleh kelompok Jihad Islam. Para peserta memegang spanduk bertuliskan "anda tidak dapat membungkam azan kami" serta "azan kami lebih keras dari tirani anda".

Dalam pidatonya, pemimpin Jihad Islam Ahmed al-Modallal menyatakan: "RUU ini hanya menambah daftar kejahatan Israel terhadap agama Islam."

"Kami tidak akan membiarkan hukum seperti itu berlaku", tegasnya.

"Dari Jalur Gaza yang terkepung, kami menyatakan bahwa azan tidak akan dibungkam di masjid-masjid Yerusalem", katanya. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.