Jumlah anak yang terluka di Ghouta sangat tinggi, 30% korban selamat dari serangan berumur di bawah 15 tahun

Ilustrasi anak Suriah di Ghouta
Situasi kesehatan semakin memburuk di wilayah Ghouta timur, Suriah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (27/3).

Tidak diketahui pasti jumlah warga yang terkepung di sini.

Diperkirakan masih ada sekitar 300.000 orang, sementara tak satupun dari tiga rumah sakit yang berfungsi. WHO meminta akses untuk memberikan bantuan.

"Kesehatan perlu ditingkatkan, sedangkan sumber daya yang tersedia semakin menipis. Tujuan kami saat ini adalah mendapatkan akses merawat ribuan nyawa, termasuk wanita dan anak-anak, sesegera mungkin", ujar Elizabeth Hoff, Perwakilan WHO Suriah, melalui sebuah pernyataan.

Menurut WHO, jumlah anak yang menderita trauma "cukup tinggi" di Ghouta timur.

Tiga puluh persen dari semua pasien penderita luka akibat perang adalah anak di bawah 15 tahun.

Ghouta Timur merupakan salah satu basis oposisi di dekat ibukota Damaskus, yang dikepung selama bertahun-tahun oleh rezim Assad.

Wilayah ini hanya sesekali dibukakan akses bagi bantuan internasional bisa masuk.

Sementara bagi kaum wanita, pembalut dan air bersih merupakan hal yang mewah. Meski jaraknya hanya sekitar 11 km dari pusat ibukota.

Produk kewanitaan mulai jarang ditemukan pada 2012. Jika ada, harganya meroket, tak terjangkau oleh kebanyakan keluarga.

Risiko infeksi mengancam di organ kewanitaan dan saluran kencing. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.