Hentikan arkeolog Yahudi yang ingin ambil "barang antik", petugas al-Aqsa justru ditangkapi polisi Israel

Ilustrasi (Al Jazeera)
Penahanan yang dilakukan Israel terhadap pekerja Palestina di kompleks al-Aqsa "tidak dapat diterima", menurut Grand Mufti Yerusalem.

Menurutnya, polisi Israel berusaha mengubah status quo di situs suci.

"Saya percaya polisi Israel mencoba mengintimidasi para penjaga al-Aqsa dan mencegah mereka melakukan tugas", ujar Mufti Muhammad Hussein.

Polisi Israel menahan beberapa penjaga kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur awal pekan ini, karena mencegah pekerjaan arkeolog Israel.

Yuval Baruch, arkeolog yang dipekerjakan oleh Otoritas Benda Antik Israel, dikawal oleh polisi untuk memasuki kompleks. Ia ingin mengambil batu dari pilar di bagian bawah tanah masjid al-Qibli.

Pertengkaran terjadi ketika salah satu penjaga menduga Baruch membawa sepotong kecil batu dari pilar dan menaruh di sakunya. Baruch membantah tuduhan itu.

Pekerja Barang Antik itu segera dipindahkan oleh polisi, namun kemudian mencoba masuk kembali ke ruang doa Marwani. Penjaga Al-Aqsa menolak dia masuk.

Polisi Israel kemudian menangkap tiga penjaga, ungkap 'Wakaf Islam Jerusalem', badan yang mengelola al-Aqsa.

Polisi kemudian menggerebek rumah empat penjaga lain dan menangkap mereka, sebelum menahan penjaga lain pada Selasa (28/3).

Enam penjaga masih dalam tahanan polisi Israel pada Selasa malam, yaitu Qasem Kamal, Khalil Terhoni, Arafat Najeeb, Osama Siam, Samer Qabbani dan Emad Abdeen.

Polisi Israel mengatakan dalam pernyataan, hanya lima orang yang ditahan karena "menyerang polisi" dan insiden masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut Mufti, pemeliharaan dan renovasi di kompleks al-Aqsa hanya boleh ditangani oleh Wakaf. Israel tidak memiliki hak untuk campur tangan.

Daerah al-Aqsa, juga dikenal sebagai Sanctuary Noble, adalah tempat suci ketiga dalam Islam.

Yahudi, yang menyebut daerah ini sebagai Temple Mount, juga memandangnya sebagai situs suci.

Mereka percaya, di daerah ini pernah berdiri Kuil Pertama dan Kuil Kedua. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.