Perundingan politik antara kubu rezim Assad dan oposisi Suriah di Jenewa masih tanpa hasil pasti, namun akan dilanjutkan dalam babak berikutnya

Ilustrasi kantor PBB di Jenewa
Pembicaraan damai Jenewa antara oposisi Suriah dan rezim Assad telah berakhir pada Jum'at (3/3) tanpa adanya terobosan solusi nyata.

Namun, menurut Mediator PBB Staffan de Mistura, pihak yang bertikai saat ini sudah memiliki agenda jelas dalam mengejar solusi politik.

Kedua pihak dianggap mendapat "kemenangan kecil" masing-masing.

Pihak oposisi menyatakan transisi politik telah dipertimbangkan secara serius. Sementara de Mistura mengatakan, aksi "kontra-terorisme" juga ditambahkan ke agenda.

"Saya pikir, saya merasa cukup nyaman atas tiga poin agenda itu, dan tambahan keempat mengenai (kontra) terorisme. Terdapat perbedaan besar dengan pembicaraan Astana, solusi (di Jenewa) dapat diterima semua orang", menurut de Mistura.

"Saya merasa berbagai pihak ingin berdialog. Itu yang penting. Jadi, seperti yang saya katakan di awal, jangan kaget, jangan berharap lebih, jangan bereaksi berlebihan jika ada yang mengatakan 'tidak akan pernah' (penolakan). Itu adalah bagian dari retorika, bagian dari cara bersikap, dan bagian dari politik. Saya memahami apa yang saya dengar dan lihat. Itu yang memberi saya harapan bahwa kita melangkap ke arah yang benar", ujarnya.

Poin lain berisi upaya mendirikan "pemerintahan inklusif dan kredibel", merancang konstitusi baru dan mengadakan pemilihan umum yang bebas dan adil.

Ruang lingkup negosiasi kali ini jauh lebih sempit dari tahun lalu. De Mistura juga mendapat tuntutan gencatan senjata dan pembebasan tahanan.

"(Pertemuan) Astana adalah jaminan bagi Jenewa, jika anda menganggapnya demikian. Kami bukan jaminan Astana, tapi saling melengkapi. Jika Astana berhasil, itu berarti terwujudnya gencatan senjata. Jika gencatan senjata berlangsung, kita dapat melakukan pembicaraan produktif. Jika tidak ada pembicaraan produktif, gencatan senjata juga tidak akan berlangsung. Anda melihat bagaimana ini saling berhubungan ... Kami benar-benar bekerja bergandengan tangan", kata de Mistura optimis.

Babak baru pertemuan di Astana, Kazakhstan, akan dilanjutkan 14 Maret nanti, dan menurut pejabat Rusia, perundingan Jenewa kemungkinan berlanjut lagi 20 Maret. (Orient-news)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.