Pertempuran ini mengancam upaya menghidupkan kembali produksi minyak negara

Suasana terminal ekspor Es Sider di Ras Lanuf, barat Benghazi (11/3/2014. Reuters)
Pasukan Libya Timur melanjutkan serangan udara terhadap faksi saingan, Minggu (5/3).

Mereka berusaha mendorong mundur saingannya dari wilayah sekitar kilang minyak utama Es Sider dan Ras Lanuf, menurut juru bicara militer.

Tentara Nasional Libya berbasis di timur (LNA) mencoba mendapatkan kembali kontrol pelabuhan, setelah mundur di hari Jum'at (3/3) akibat serbuan Brigade Pertahanan Benghazi (BDB).

Minggu sore, pesawat tempur LNA menargetkan wilayah sekitar Es Sider dan kota pesisir Ben Jawad, ujar juru bicara LNA Ahmed al-Mismari.

Menurut setempat, terdapat pula pertempuran sengit di darat, meski belum jelas.

Peperangan ini terjadi diantara lokasi dua pelabuhan minyak terbesar Libya.

Kedua wilayah sudah rusak parah akibat pertempuran sebelumnya, sehingga kapasitas operasionalnya jauh di bawah sebelum konflik.

Pertempuran terkait dengan konflik antar faksi-faksi politik dan militer yang berbasis di timur dan barat Libya.

Pertempuran ini mengancam upaya menghidupkan kembali produksi minyak negara.

LNA adalah faksi militer sekuler yang dipimpin oleh tokoh-tokoh era Khaddafi, seperti Khalifa Haftar.

Memusuhi faksi-faksi lain yang dianggap esaing, terutama dari kalangan Islamis (non-ISIS) yang dianggap fundamentalis. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.