Pentagon menghadapi tuduhan, bahwa serangan udara koalisinya kemungkinan membunuh ratusan warga sipil di Mosul, Irak

Pentagon menghadapi tuduhan, bahwa serangan udara koalisinya kemungkinan membunuh ratusan warga sipil di Mosul, Irak.

Namun pada Senin (27/3), mereka menegaskan tidak akan mengendurkan "aturan keterlibatan dalam perang melawan ISIS".

Sebelumnya, saksi mata di Mosul dan pejabat Irak menyebut serangan pada ISIS pekan lalu mungkin telah menghancurkan rumah.

Sekitar 200 orang terkubur dalam reruntuhan, menurut pekerja penyelamat.

Militer AS tetap mempertahankan apa yang sudah diterapkan, bahkan saat pertempuran memasuki daerah padat penduduk, menurut Kolonel John Thomas, juru bicara Pusat Komando AS.

"Jenderal Votel (kepala Pusat Komando AS) tidak akan mengubah cara beroperasi kami, prosedur kami sudah baik dan kami ingin memastikannya terus berlangsung", ujar Thomas.

Pertempuran di Mosul
"Banyak orang yang terlibat hal ini benar-benar punya skill diperlukan", ujar Thomas.

Penyelidikan tuduhan di Mosul saat ini menjadi prioritas. Penilaian sedang dilakukan untuk mengukur kredibilitas laporan.

Menurut Thomas, penilaian dilakukan dari 700 video di medan tempur dalam periode 10 hari.

Petugas penyelamat masih mencari lokasi ledakan di Mosul barat, 17 Maret lalu.

Salah satu pekerja medis mengatakan, 160 mayat ditemukan pasca serangan tersebut. Menurut militer Irak, 61 mayat berhasil dievakuasi sejauh ini.

Korban tewas warga sipil telah meningkat di daerah barat Mosul, yang lebih padat penduduk.

Militan ISIS disebut-sebut kerap menggunakan rumah warga untuk berlindung.

Sementara pasukan Irak telah mempertimbangkan taktik baru, menurut seorang pejabat militer AS.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengklaim tidak ada kekuatan militer di dunia yang terbukti lebih sensitif pada korban sipil selain AS.

"Kami melakukan cara kami mengurangi risiko korban tewas atau luka pada orang-orang tidak bersalah. Hal yang sama tidak dilakukan oleh lawan kami", katanya. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.