Polisi Israel mulai menyingkirkan sembilan rumah pemukim Yahudi yang berdiri di tanah pribadi milik Palestina

para aktivis berkumpul untuk menentang penggusuran pemukiman (Reuters)
Polisi Israel mulai menyingkirkan sembilan rumah pemukim Yahudi yang berdiri di tanah pribadi milik warga Palestina, di Ofra, Tepi Barat, Selasa (27/2).

Mahkamah Agung Israel memerintahkan pembongkaran sembilan bangunan yang dibangun secara ilegal setelah warga Palestina membuktikan kepemilikan sahnya.

Para aktivis Yahudi pendukung pemukim ilegal itu ikut berkumpul dan melakukan perlawanan.

Putusan peradilan, yang seolah membela hak milik Palestina, membuat gusar kelompok sayap kanan Israel yang berencana membangun pemukiman di wilayah Palestina.

"Kami merasa bahwa ini tidak benar sama sekali, apa yang sedang dilakukan di sini, penghancuran rumah-rumah di pusat kota Yahudi, yang didirikan secara hukum 42 tahun lalu", ujar Eliana Passentin, juru bicara dewan daerah pemukim lokal.

2 Februari lalu juga terjadi penggusuran di Amona, Tepi Barat.

Lebih dari 100 orang memprotes penggusuran 300 pemukim Amona tersebut. 60 perwira dan empat demonstran terluka akibat bentrokan di sana.

Kebanyakan negara menganggap permukiman Israel di tanah Palestina adalah ilegal. Israel menduduki banyak wilayah Palestina dari tangan Yordania sejak perang 1967.

Secara de Jure wilayah Tepi Barat adalah milik negara Yordania.

Israel, terutama sayap kanan, tidak setuju dengan pandangan internasional. Mereka mengklaim mewarisi tanah sesuai ajaran kitab suci versinya, ditambah ikatan sejarah dan politik.

Palestina sendiri ingin mendirikan negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Pembangunan pemukiman Yahudi bisa menghancurkan solusi dua negara agar kedua bangsa berdampingan dengan teritorial jelas.

Saat ini, di daerah pendudukan diberlakukan politik mirip apartheid oleh Israel, yang sangat merugikan warga Palestina.

Sekitar 550.000 warga Israel tinggal di pemukiman yang mengambil tanah Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang juga menjadi rumah bagi 2,6 juta warga Palestina.

Tiga minggu lalu, parlemen Israel mengesahkan pembangunan 4.000 rumah di atas tanah milik pribadi Palestina.

Undang-undang baru tidak berlaku di blok Amona dan sembilan rumah di Ofra, sehingga mereka digusur. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.