Pemuda Muhammadiyah meminta KPK berani mengusut pemberian uang 100 juta kepada keluarga Siyono

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Hidayatullah)
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani mengusut pemberian uang 100 juta kepada keluarga Siyono.

“Sumber (uang) nya dari mana?”, kata Dahnil, menanggapi rencana Aksi #KawalKPKBerani.

Sebelumnya Dahnil mengatakan akan melakukan aksi demo dengan tiga tuntutan.

Pertama, usut dugaan uang gratifikasi yang diberikan kepada istri Siyono.

Menurutnya, di forum Tanwir Pemuda Muhammadiyah Tangerang, Ketua KPK pernah bilang berutang kepada Muhammadiyah untuk mengusut uang di kasus Siyono.

Pemuda Muhammadiyah ingin menagihnya hari Jum'at ini, lewat aksi tersebut.

Pada tuntutan kedua, Dahnil meminta KPK mengusut kasus korupsi e-KTP.

Dahnil memandang, kasus ini sangat mencederai upaya membangun basis data yang baik.

Kalau e-KTP ini dikelola dengan baik dan tidak dikorupsi, rakyat Indonesia mempunyai nomor identitas tunggal yang bisa menjadi basis pendataan sipil.

Namun, karena e-KTP dikorupsi secara masif, hak-hak publik terampas, kata Dahnil.

Dan tuntutan terakhir adalah menolak revisi UU KPK yang dianggap melemahkan lembaga itu.

Sebab dalam revisi, penyidik hanya bisa dari satu institusi. Tidak boleh dari institusi independen. Selain itu, hak KPK menyadap dihilangkan.

“Pemuda Muhammadiyah akan berada di depan KPK untuk memastikan KPK tidak lagi terus menerus dilemahkan, bahkan diupayakan untuk dimatikan”, tutupnya. (Hidayatullah)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.