Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pemisahan agama dan politik ditanggapi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin

KH Ma'ruf Amin
Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pemisahan agama dan politik ditanggapi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin.

Tidak bisa digeneralisir (pemisahan) seperti itu, menurut Kiai 74 tahun yang juga Rais Aam PBNU ini.

Sebabnya, ada pemahaman keagamaan yang sangat berkaitan dengan politik.

“Islam dan Pancasila itu, kan, hubungan agama dan negara yang saling menopang”, jelas Kiai, dikutip Hidayatullah, Selasa (28/3).

Kiai Ma’ruf menegaskan, agama Islam tidak mungkin dipisahkan dari politik.

Hal-hal seperti kebangsaan, kenegaraan, kemajemukan, dan toleransi, harus ada landasan keagamaannya.

“Supaya bisa diterima oleh orang Islam”, tegasnya.

Dasar-dasar keagamaan dinilainya juga dapat mendukung stabilitas politik.

Ia juga setuju bila agama dan politik dikatakan saling mendukung. “Ya”, jawabnya.

Sebelumnya Jokowi menyinggung pemisahan agama politik dengan alasan upaya mencegah gesekan antar umat beragama.

"Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan walikota, inilah yang harus kita hindarkan", kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Sumatera Utara.

Karenanya, ia meminta tidak ada pihak yang mencampuradukkan politik dan agama.

"Inilah yang harus kita hindarkan. Jangan sampai dicampuradukkan antar politik dan agama. Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik", kata Jokowi. (Hidayatullah/Antaranews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.