Para penyelidik menyebut rezim Assad sebagai pelaku serangan udara ke konvoi kemanusiaan PBB dan Bulan Sabit Merah di Urum al-Kubra

Bekas bekas bom klorin ditemukan di Masaken, Hanano, Aleppo. foto dari Human Right Watch (Reuters)
Pesawat pemerintah Assad dilaporkan dengan sengaja membom dan menembaki konvoi kemanusiaan, menurut tim penyelidik PBB dalam laporan kejahatan perang, Rabu (1/3).

Para penyelidik menuduh rezim Suriah sebagai pelaku serangan udara ke konvoi kemanusiaan PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah di Urum al-Kubra, pinggiran Aleppo barat, 19 September lalu.

Serangan ini menewaskan 14 pekerja, termasuk kepala bulan Sabit Merah lokal, memusnahkan truk bantuan dan menghentikan operasi kemanusiaan saat itu.

Sebelumnya, serangan ke konvoi PBB itu dituduhkan kepada Rusia.

Selain itu, militer rezim dan Rusia melancarkan serangan udara setiap hari ke daerah oposisi saat itu di Aleppo timur, antara bulan Juli hingga 22 Desember.

Bombardir menewaskan ratusan warga sipil dan menghancurkan rumah sakit.

"Panti asuhan, sekolah dan rumah semua dilenyapkan", menurut ketua panel penyelidik, Paulo Pinheiro, dalam konferensi pers.

Pasukan Assad juga tercatat pernah menggunakan bom cluster ke daerah padat penduduk, tanpa pandang bulu.

"Kami telah menjelaskan dalam laporan bahwa angkatan udara Suriah bertanggung jawab atas serangan ini, kami tidak memiliki bukti yang mengaitkan Rusia dalam serangan senjata kimia terlarang", kata Pinheiro.

Helikopter rezim Suriah dilaporkan melepaskan bom klorin "sepanjang 2016" di Aleppo.

Laporan menyebutkan pelanggaran hukum perang dilakukan oleh kedua pihak, termasuk oposisi.

Kelompok oposisi disebut telah menyerang area rezim di kota Aleppo barat, sehingga menewaskan dan melukai puluhan warga.

Mereka mencegah warga sipil keluar dari timur Aleppo, dan menggunakan sebagai "tameng hidup". Hal ini termasuk sebuah kejahatan perang. Klaim laporan itu.

"Apa yang terjadi di Aleppo belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik Suriah. Banyak bagian kota yang tinggal puing-puing", kata Pinheiro.

Ia menyerukan agar membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. Timnya juga siap berbagi daftar rahasia mengenai tersangka penjahat perang di kedua belah pihak. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.