Sejumlah aktivis Eropa menggelar pawai jalan kaki ke Suriah. Selain sebagai dukungan, juga untuk menyalurkan bantuan



Aktivis Eropa menggelar pawai sebagai solidaritas untu Aleppo
Sekelompok aktivis dalam aksi "pawai untuk Aleppo" tiba di ibukota Bosnia-Herzegovina, Sarajevo, pada Rabu (22/3).

Pawai untuk Aleppo (March for Aleppo) diselenggarakan oleh aktivis Berlin, mengajak orang-orang berjalan menuju Aleppo, Suriah.

Aksi ini dilakukan dengan harapan mengakhiri perang di negeri itu dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil.

35 demonstran mengunjungi jembatan Sarajevo Vrbanja. Ini merupakan tempat memorial bagi Suada Dilberovic dan Olga Sucic, korban pertama Perang Bosnia, tewas pada tahun 1992.

Kemudian, kelompok aktivis juga datang ke Eternal Flame, situs peringatan korban Perang Dunia II.

Selain itu, mereka membuat aksi dengan mengecat kaki berwarna merah dan berjalan di sepanjang Jalan Ferhadija.

Menurut jurnalis Polandia yang memprakarsai gerakan, Anna Alboth, ia telah mengikuti perkembangan terkini di Suriah dari Berlin, sebelum akhirya memutuskan mengambil tindakan.

"Saya tidak bisa tidur selama berhari-hari. Kemudian, saya katakan kepada teman-teman, kita harus melakukan sesuatu untuk Suriah", katanya.

Lebih dari 3.000 orang mengikuti aksi ini di negara-negara yang telah mereka dilalui. Masyarakat di sepanjang jalur menyatakan apresiasi.

Menurut Alboth, warga Bosnia-Herzegovina memahami situasi masyarakat di Suriah dengan sangat baik.

Edgard Raoul, salah satu peserta asal Brasil, mengaku pernah melakukan perjalanan dari Turki ke Eropa bersama para pencari suaka, 2015 lalu.

"Saya pergi dari Lesbos (Yunani) ke Frankfurt dan saya tinggal di tempat yang sama seperti mereka, dan makan apa yang mereka makan", ujar Raoul.

Peserta pawai tiba di ibukota Sarajevo setelah melewati Republik Ceko, Austria, Slovenia, dan Kroasia.

Mereka diperkirakan akan meneruskan jalan melalui Serbia, Macedonia, dan Yunani, dan mencapai Suriah melalui Turki, September mendatang.

Rute ini terkenal dengan nama "Balkan Route".

Aktivis memulai perjalanannya dari Jerman Desember lalu. Saat itu kota Aleppo timur digempur habis-habisan oleh Assad dan Rusia, sebelum akhirnya puluhan ribu warga dievakuasi. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.