Dubes AS Nikki Haley mengatakan, usulan Paus tidak realistis. Ia khawatir masih ada negara yang tidak akan mematuhi perjanjian

Paus Fransiskus (Reuters)

Paus Fransiskus mendesak PBB mencari cara "penghapusan total" senjata nuklir.

Komentar ini berkaitan dengan boikot yang dilakukan Amerika Serikat dan negara besar lainnya dalam konferensi mengenai larangan senjata p[emusnah massal itu.

Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan 37 negara lainnya memutuskan tidak berpartisipasi.

Sebelum itu, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi di bulan Desember lalu, mengenai "pelarangan senjata nuklir", yang mengarah pada penghapusan total.

Resolusi disetujui oleh 113 negara dan ditentang 35 negara. 13 suara abstain.

Menurut Paus Fransiskus, perdamaian internasional dan stabilitas tidak bisa didapatkan dari "rasa aman yang palsu, dari ancaman kehancuran total, atau hanya dengan menjaga keseimbangan kekuatan".

"Kita perlu meningkatkan (upaya) pencegahan nuklir: masyarakat internasional diajak agar mengadopsi strategi jangka panjang menuju perdamaian dan stabilitas, serta menghindari pemikiran pendek tentang keamanan", ujar Paus.

Sedangkan Dubes AS Nikki Haley mengatakan, usulan seperti itu tidak realistis.

Ia khawatir masih ada negara-negara, seperti Korea Utara, yang tidak akan mematuhi perjanjian.

Menurut para pengamat, Korut mungkin telah menguasai teknologi rudal balistik antar benua (ICBM), tapi masih belum mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

Paus, yang telah membuat beberapa upaya larangan senjata nuklir, mendesak negara-negara menghindari "sikap saling tuduh dan polarisasi yang menghambat dialog". (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.