Pemerintah Pakistan ingin jaringan media sosial menghapus materi yang mengandung penghinaan terhadap Islam atau Nabi Muhammad

(tanpa keterangan) (AlJazeera)
Pakistan memperingatkan perusahaan media sosial yang tidak mau ambil tindakan atas adanya penghinaan di dunia maya, seperti diungkap menteri dalam negeri Chaudhry Nisar Ali Khan.

Ali Khan meminta bertemu dengan perwakilan Facebook untuk membahas masalah tersebut.

Pemerintah Pakistan ingin jaringan media sosial menghapus materi yang mengandung penghinaan terhadap Islam atau Nabi Muhammad.

Perdana Menteri Nawaz Sharif pekan lalu memperingatkan tentang postingan seperti itu akan "dihukum secara berat".

"(Penghujatan) bukan hanya masalah bagi Pakistan. Ini adalah masalah tentang kehormatan Muslim," ujar Ali Khan.

Facebook merupakan jaringan media sosial yang paling populer di Pakistan. Khan mengatakan, perusahaan itu "siap mengirim delegasi ke Pakistan" setelah ada kesepakatan.

Sejauh ini, Facebook belum memberikan kometar.

Menurut laporan perusahaan, pemerintah Pakistan mengajukan data berisi 25 konten.

"Berdasarkan permintaan hukum dari Pakistan Telecom Authority, kami membatasi akses ke konten yang diduga melanggar hukum setempat tentang penghujatan, penodaan bendera nasional, dan kemerdekaan negara", tulis posting halaman Facebook Pakistan.

Menurut analisis data Facebook, aplikasi media sosial memiliki sekitar 25-30 juta pengguna aktif di Pakistan, meski akses internet masih sangat rendah.

Menurut hukum di Pakistan, para penghujat Islam bisa menghadapi hukuman mati.

Kelompok kanan mengatakan, hukum ini sering disalahgunakan karena Islam adalah subjek yang sangat sensitif. Bahkan, rumor penghujatan bisa memicu kerusuhan mematikan.

Hukum ini pun diyakini disalahgunakan untuk membungkam kritik pada pemerintah, menurut para pengamat.

Setidaknya 65 orang, termasuk pengacara, terdakwa dan hakim, telah tewas atas tuduhan penghujatan sejak tahun 1990, berdasar data dari Pusat laporan Penelitian dan Studi Keamanan.

6 tahun lalu, Gubernur Punjab Salman Taseer dibunuh oleh salah satu pengawal. Taseer dianggap menghina Islam dan memebela penista Islam yang dihukum dengan aturan anti penghujatan. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.