Rezim Assad mengajak oposisi membentuk 'pemerintah persatuan nasional' selama masa transisi

Kepala delegasi oposisi di perundingan damai Jenewa, Nasr al-Hariri. (Anadolu)
Kepala delegasi oposisi di perundingan damai Jenewa, Nasr al-Hariri, mengatakan bahwa pihaknya akan merespon ide-ide usulan Utusan Khusus PBB Staffan de Mistura soal solusi politik.

"Kami serius untuk mencapai solusi politik", ujar al-Hariri.

"Delegasi tidak mencari kekuasaan. Kami hanya ingin membangun dasar perdamaian Suriah melalui solusi politik yang adil", katanya.

Dalam pertemuan dengan de Mistura, anggota delegasi menerima dokumen "prosedural".

Menurut al-Hariri, tim negosiasi sedang mengevaluasi dokumen proposal tersebut.

"Tapi kami perlu beberapa sesi lagi (pertemuan) dengan utusan PBB (de Mistura) dan timnya untuk membicarakan isu-isu spesifik", imbuhnya.

Al-Hariri menekankan, transisi politik (pergantian Assad) adalah langkah pertama menuju solusi politik.

"Masih terlalu dini berbicara tentang konstitusi baru dan pemilihan", katanya.

"Kami ingin sebuah konstitusi baru, bersama dengan pemilihan umum yang bebas dan adil, berdasarkan standar internasional. Tapi masalah ini memiliki konteks spasial dan temporal", jelasnya.

PIa menegaskan, permintaan rezim membentuk 'pemerintah persatuan nasional' selama masa transisi tidak memiliki referensi internasional. Hariri mengatakan, rezim hanya berusaha "memegang kekuasaan"

"Rezim tidak menginginkan perubahan di Suriah", tegasnya.

"Tidak ada resolusi internasional, pernyataan kelompok internasional, resolusi Dewan Keamanan, ataupun deklarasi negara yang menyerukan pemerintah persatuan nasional. Hanya rezim yang mencoba rencana semacam itu", menurut al-Hariri.

Mengenai peran Washington dalam perundingan, ia melihat AS sebagai kekuatan besar dan merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Namun Hariri mengkritik AS di era Obama yang cuek dengan masuknya Iran ke Suriah.

"Rakyat Suriah telah membayar harga atas kesalahan pemerintahan Obama, yang membiarkan Iran campur tangan di Suriah", kritiknya.

Ia mendesak Washington mengakhiri "kejahatan" Iran di wilayah tersebut serta menempatkan milisi Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.