Gempuran mendadak oposisi di sekitar Damaskus membuat rezim Assad panik, puluhan tank dikerahkan, ratusan serangan udara dilancarakan

Foto menunjukkan jalan kosong dekat daerah Abbasiyin, bagian timur ibukota Damaskus, (20/3/2017, Suriah. SANA/Reuters)
Oposisi Suriah menyerbu area Assad di timur Damaskus, Selasa (21/3). Serangan ini merupakan yang kedua kalinya dalam tiga hari, menurut sumber.

Bagi oposisi, serangan ini mengaskan bahwa mereka masih sanggup melancarkan aksi, meski situasi sulit dialami di sekitar Damaskus.

Serangan dilancarkan dari basis pejuang oposisi di Ghouta timur, sebelah timur ibukota.

Pertempuran difokuskan di sekitar area Abassiyin, distrik Jobar, 2 km dari tembok Kota Tua Damaskus, di persimpangan jalan menuju ibukota.

Seorang saksi di daerah dekat lokasi pertempuran mengatakan, puluhan tank dikerahkan.

Wael Alwan, juru bicara kelompok oposisi Failaq Rahman, mengatakan:

"Kami meluncurkan serangan baru dan kembali ke semua titik yang sebelumnya kami menarik diri"

Menurutnya, serangan diperkuat jelang perundingan damai Jenewa, Kamis mendatang.

"Keberhasilan kami hari ini akan memberikan kekuatan dalam kehadiran kami di Jenewa", tambahnya.

Kelompok oposisi lain, yang juga hadir di Jenewa, menilai serangan menunjukkan kelemahan rezim tanpa dukungan Rusia.

"Ini adalah pesan militer dan politik untuk Rusia, bahwa rezim lemah dan tidak memiliki kontrol penuh...", ujar Issam al-Rayess, juru bicara aliansi Front Selatan.

Sumber lain oposisi melaporkan, tentara Assad meningkatkan serangan ke Jobar dan kota-kota di seluruh Ghouta timur.

"Tidak ada tempat yang belum terkena", ujar Abu Abdo, komandan lapangan Failaq Rahman.

Menurut kelompok pemantau SOHR, jumlah bombardir rezim ke wilayah oposisi mencapai 143 serangan.

SOHR juga melaporkan puluhan tentara Assad tewas. Kerugian personil pun dialami oposisi.

Sementara itu, sumber militer rezim mengklaim: "Mereka masuk lewat daerah sempit, lokasi yang sama dari pelanggaran (sebelumnya), dan sekarang kelompok ini sedang ditangani"

Menurut media Assad, oposisi di Ghouta dan Jobar melarikan diri, dimana beberapa orang berhasil ditangkap atau dibunuh.

Damaskus mengklaim serangan dilakukan oleh "Jabhah Nushrah", mantan afiliasi al-Qaeda. Namun kini mereka telah membentuk Tahrir Syam.

Secara terpisah, pejuang oposisi juga melancarkan serangan baru di utara kota Hama.

Roket ditembakkan ke pusat kota oleh oposisi, menurut sumber di Damaskus. Media rezim melaporkan, tentaranya melakukan serangan balik dari udara dan artileri.

Menurut juru bicara salah satu kelompok oposisi, serangan dimulai pukul 5 pagi waktu setempat. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.