Jama'ah shalat yang membludak di jalan, membuat Muslim Cambridge, Inggris, membangun masjid baru senilai 240 miliar

Masjid baru di Cambridge, Inggris (Arabnews)
Sebuah masjid inovatif sedang dibangun di kota universitas Cambridge, Inggris. Turki memainkan peran utama dalam pengembangan dan realisasi proyek tersebut.

Masjid dibuat atas permintaan penduduk Muslim kota yang berpopulasi sekitar 6.000 orang. Mereka mengeluh, masjid utama terlalu kecil sehingga beberapa orang terpaksa shalat di jalan.

Pembangunan masjid seharga £15 juta ini (sekitar Rp 240 miliar) dimulai pada 5 September 2016.

Tahap awal konstruksi yaitu peletakan dasar-dasar dan membangun tempat parkir bawah tanah. Langkah ini diharapkan selesai Juni mendatang.

Tahap kedua yaitu penyelesaian atap bangunan. Masjid direncanakan memiliki kapasitas untuk 1.000 jamaah, dengan perkiraan 700 laki-laki di ruang utama dan 300 perempuan. Bangunan akan dibuka 2018 mendatang.

Perempuan juga memainkan peran penting dalam pengembangan masjid, ujar Abdal Hakim Murad, ketua wali di Masjid "Trust" Cambridge.

"Perempuan sangat aktif dalam urusan desain dan penggalangan dana. Seorang mahasiswi Cambridge, Baraka Khan, yang didiagnosa menderita kanker, basa mendapatkan lebih dari £ 200.000 untuk masjid sebelum ia meninggal", ujar Murad.

Masjid akan dilengkapi beberapa ruang khusus perempuan, termasuk kamar kedap suara bagi ibu dan anak.

Masjid juga direncanakan memiliki fasilitas pemakaman Islami, kafe, sekolah Qur'an untuk anak-anak dan taman Islam yang terbuka bagi semua penduduk setempat.

Pengunjung akan mendapat kesempatan menyaksikan warisan budaya Turki, dengan karpet tradisional, kaligrafi, keramik hingga kaca patri dekorasi interior.

Menurut Murad, masjid dirancang dengan teknologi ramah lingkungan, seperti generator tenaga surya di atap, fasilitas daur ulang air, penggunaan energi hijau, pompa panas dan ventilasi pasif.

Peter Hayler, pendeta dari asosiasi St. Mary, Gereja Cambridge University, telah setuju pembangunan ini.

"Cambridge adalah pusat keunggulan dalam banyak hal dan menarik orang dari seluruh dunia, berbagai agama. Komunitas Muslim membuat kontribusi nyata bagi universitas maupun kota sebagai tempat pertemuan dan dialog antar agama", ujar Hayler.

"Masjid dibangun di wilayah padat, dimana banyak budaya bercampur. Ini memberikan kontribusi bagi kohesi masyarakat serta menunjukkan Islam membawa pesan perdamaian dan pengabdian", lanjutnya.

Masjid menerima sumbangan dari berbagai sumber, dari ribuan Muslim setempat hingga dari Indonesia, Hong Kong bahkan Amerika Serikat.

Tak luput, juga donasi dari keluarga kerajaan Saudi, Qatar dan perusahaan swasta serta Direktorat Departemen Agama Turki.

Menurut Murad, masjid ini memberi warna pada seni dan arsitektur Cambridge.

"Saat ada prasangka dan kesalahpahaman tentang Islam, kami merasa struktur indah seperti ini dapat memberi persepsi baik terhadap Muslim", ujar Murad.

Arsitek Turki Vedat Tokyay mengatakan, arsitektur bangunan mencerminkan ide-ide dunia kontemporer tanpa mengabaikan filosofi spiritual.

"Masjid Cambridge menciptakan ide tentang ruang spiritual dan bagian luarnya yang mempengaruhi lingkungan", kata Tokyay.

"Ruang dalam dibentuk dari struktur kayu seperti pohon, dengan suasana organik yang mengingatkan akan hutan. Bagian terluar terbuat dari batu bata, mencerminkan arsitektur yang ada di lingkungan tersebut", ujarnya. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.