Tubuh mati Yayat Cahdiyat, pelaku peledakan 'bom panci' di Cicendo, Bandung, masih terbujur di RS Bhayangkara Polri

Jasad pelaku bom Bandung (Liputan6)
Tubuh mati Yayat Cahdiyat, pelaku peledakan 'bom panci berpaku' di Cicendo, Bandung, masih terbujur di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Belum ada tanda-tanda kerabat atau tetangganya yang datang untuk koordinasi lebih lanjut dengan Kepolisian.

Kepala Instalansi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Edy Purnomo, mengatakan bahwa autopsi jasad Yayat tidak harus menunggu persetujuan keluarga.

"Ada undang-undangnya kan. Tidak harus izin keluarga. Kalau sudah diinformasikan tapi tidak datang juga ya tetap dilakukan (autopsi)", jelas Edy saat dikonfirmasi di RS Bhayangkara Polri, Jum'at (3/3), dikutip Liputan6.

Menurutnya, informasi terakhir yang didapat, belum ada keluarga Yayat yang datang. Meski mereka sudah diminta menyerahkan data antemortem demi kepentingan autopsi.

"Kalau nggak hari ini ya besok (autopsi)", pungkas Edy.

Yayat melancarkan aksi teror bom panci berpaku, Senin (27/2) pagi, di Taman Pandawa.

Setelah ledakan itu, Yayat dikejar warga yang kebetulan ada di dekat taman.

Membuatnya kabur dan masuk ke kantor Kelurahan Arjuna, menakut-nakuti pegawai kelurahan dengan pisau dan berteriak-teriak.

Ia bukan muka baru di kasus terorisme, pernah menjalani hukuman pidana 2 tahun penjara di Lapas Tangerang.

Karena menjadi penyokong senjata api bagi pelatihan militan di Aceh dan aksi perampokan mobil di sebuah SPBU wilayah Cikampek, Maret 2010. Diduga hasil perampokan, yang dianggap fa'i, digunakan untuk pembelian senjata api.

Selepas dari penjara, Yayat tergabung kelompok Jama'ah Ansharut Daulah (JAD, pengikut ISIS) yang terkait dengan gembong ideologi takfiri Indonesia di penjara Nusakambangan, Aman Abdurrahman. (Liputan6/Tribun Jabar)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.