3 rudal AS menyasar Masjid Umar, markas aktivis Jama'ah Tabligh di pinggiran barat Aleppo. Rudal keempat datang saat mereka coba keluar

Dampak Penyerangan Serangan Udara AS (Anadolu Agency)
Pesawat tempur AS menyerang sebuah masjid di desa al-Jinah, pinggiran barat Aleppo, hari Kamis (16/3). Serangan membunuh sedikitnya 58 orang.

Korban sebagian besar dipastikan adalah aktivis Jama'ah Tabligh, kelompok non-ekstremis dan non-politik.

Menurut sumber setempat, serangan udara langsung meruntuhkan sebagian besar masjid. Jumlah jama'ah shalat di dalam masjid ketika serangan terjadi berkisar antara 200-300, menurut sumber lokal.

"Kami tiba di lokasi sekitar lima menit setelah serangan", ujar petugas pertahanan sipil White Helmet, Mustafa Ebeid.

"Kami menemukan banyak orang tergeletak di tanah. Banyak yang kehilangan anggota tubuh", lanjutnya.

Ebeid mengutip saksi mata lokal, yang mengatakan masjid diserang dengan tiga rudal.

Bahkan serangan keempat datang menargetkan saat jama'ah mencoba keluar masjid.

Daerah al-Jinah merupakan basis dakwah bagi komunitas Jama'ah Tabligh di wilayah tersebut. Mereka mengadakan pertemuan rutin setiap Kamis malam di Masjid Umar.

Gerakan dakwah Jama'ah Tabligh muncul di India pada tahun 1927 oleh Maulana Muhammad Ilyas.

Para aktivisnya mayoritas berada di India, Pakistan dan Bangladesh. Sebagian lain ditemukan di beberapa negara Arab hingga Asia Tenggara.

Kelompok ini menghindari politik praktis dan perang. Namun sangat semangat mendakwahkan iman dan ghirah ke-Islaman.

Sementara itu, pusat Komando AS (CENTCOM) mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di sekitar lokasi, tapi menyangkal sengaja menargetkan masjid.

CENTCOM mengklaim serangan ditargetkan pada anggota al-Qaeda. (Anadolu Agency/rslh)

Suasana evakuasi pasca serangan ke Markas Dakwah JT di Aleppo:

video

Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.